KUA Medan Baru Gelar Rapat Koordinasi Bersama Majelis Ta’lim se-Kecamatan Medan Baru

Medan (Humas) — Pagi itu, suasana KUA Medan Baru tampak berbeda dari biasanya. Para pengurus Majelis Ta’lim dari berbagai kelurahan datang silih berganti, menyapa satu sama lain dengan senyum hangat. Kehadiran mereka menciptakan nuansa penuh kekeluargaan, seakan menegaskan bahwa majelis ta’lim bukan hanya ruang belajar agama, tetapi keluarga besar yang saling mendukung untuk kemaslahatan umat. Senin (1/12/2025).

Rapat dibuka oleh Kepala KUA Medan Baru, Julhaidir Sembiring, M.Ag., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa majelis ta’lim memiliki peran fundamental dalam membangun peradaban umat. Ia menyampaikan bahwa KUA akan terus berupaya menjadi pusat koordinasi yang memperkuat gerakan dakwah dan pembinaan keagamaan di Kecamatan Medan Baru.

 “Majelis ta’lim adalah garda terdepan pembinaan umat. Ketika ia hidup dan terkoordinasi, maka nilai-nilai agama akan sampai ke masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Rapat di ikuti 17 majelis ta’lim SE kecamatan Medan baru, dan di hadiri oleh Penyuluh agama Islam KUA Medan baru : Rahmat Siregar, S.Pd.I, Drs. Syahmuda Nasution, H. Abdul Mutholib, S.Ag, H. Damri Tambunan, S.H.I, H. Sibaihi, Lc, M.Th.I dan Rizki Pristiandi Harahap, S.Sos

Sesi pertama diisi oleh Rahmat Siregar, yang memaparkan konsep pembentukan Majelis Ta’lim tingkat kecamatan. Penjelasannya lugas, menekankan pentingnya struktur yang rapi agar semua majelis dapat bergerak dalam satu visi yang sama: memperkuat kualitas pembinaan keagamaan.

Ia juga menekankan bahwa penerbitan SK Majelis Ta’lim Kecamatan akan menjadi dasar legalitas dan penguatan kelembagaan, sehingga setiap program dapat berjalan secara terarah dan bisa dipertanggungjawabkan.

Para peserta tampak antusias, beberapa mengangguk sambil mencatat poin-poin penting yang disampaikan.

Selanjutnya H. Damri Tambunan menyampaikan materi tentang pentingnya pembinaan majelis ta’lim yang berkelanjutan. Ia menyoroti perlunya materi pengajian yang relevan dengan isu-isu kekinian, metode dakwah yang komunikatif, dan pembina yang mampu menyentuh hati masyarakat.

“Majelis ta’lim harus hadir sebagai jawaban. Jamaah butuh pencerahan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Diskusi pun berlangsung hangat. Para pengurus berbagi pengalaman mengenai dinamika jamaah, tantangan menghidupkan kegiatan pengajian, serta kebutuhan akan pembinaan yang lebih sistematis.

Puncak antusiasme peserta muncul ketika dibahas rencana Pengajian Akbar yang akan diadakan setiap dua bulan sekali. Gagasan ini mendapat dukungan penuh, karena dianggap sebagai momentum menyatukan seluruh majelis dalam satu ruang kebersamaan yang lebih besar.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi ruang pembinaan masif yang dapat meningkatkan semangat keberagamaan masyarakat di Kecamatan Medan Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *