KUA Medan Denai Matangkan Persiapan Pendataan Gereja Bersama Penyuluh Agama Kristen

Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan data keagamaan yang akurat, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai bagian dari langkah tersebut, KUA Medan Denai menggelar koordinasi bersama Penyuluh Agama Kristen dan penata layanan operasional untuk mematangkan persiapan pendataan rumah ibadah gereja di wilayah Kecamatan Medan Denai. Kamis (13/11/2025).

Kegiatan koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Medan Denai, H. Yakhman Hulu, yang juga menjabat sebagai Ketua Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Sumatera Utara. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program, khususnya di lingkungan Kementerian Agama, sangat bergantung pada ketersediaan dan keakuratan database kehidupan keagamaan lintas agama.

“Salah satu indikator keberhasilan lembaga Kementerian Agama adalah sejauh mana kita mampu memiliki data keagamaan secara faktual dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital saat ini, data menjadi dasar utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program keagamaan,” ujar H. Yakhman Hulu.

Beliau menambahkan, data yang dikumpulkan tidak hanya mencakup jumlah rumah ibadah dari setiap agama, tetapi juga memuat informasi tentang jumlah pemeluk agama, kondisi sosial-ekonomi masyarakat, serta indikator potensi kerukunan dan konflik keagamaan.

“Dengan pendekatan berbasis data, kita dapat melakukan analisis yang lebih tepat terkait situasi kehidupan beragama di lapangan. Penyuluh Agama sebagai garda terdepan dalam pelayanan dan pembinaan masyarakat harus memahami potensi serta tantangan yang dihadapi di wilayah binaannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, H. Yakhman Hulu menegaskan pentingnya sinergi lintas agama dalam pelaksanaan pendataan ini. Menurutnya, kerja sama antarpenyuluh dari berbagai agama menjadi wujud nyata dari moderasi beragama yang selama ini digaungkan oleh Kementerian Agama.

“Penyuluh lintas agama harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan cinta kemanusiaan, kita bisa memperkuat kerukunan dan menepis perbedaan yang bisa memecah belah,” tegasnya.

Kepala KUA Medan Denai juga berharap agar dalam waktu satu bulan ke depan, data rumah ibadah di wilayah Medan Denai sudah dapat ditampilkan dalam peta potensi kehidupan keagamaan, sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan dan pembinaan masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan ini turut dihadiri oleh Juliana Sitanggang, Hernawati Ginting, Devy Elisabeth Purba, Fitri Handayani, Selvi Naldi Purba, serta Penyuluh Agama Islam Saiful Akhyar.

Melalui kegiatan ini, KUA Medan Denai berharap kolaborasi lintas penyuluh dapat memperkuat soliditas antarumat beragama serta memperkokoh komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang moderat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *