Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Helvetia menerima kunjungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia, Rabu (28/1/2026). Kegiatan berlangsung di ruang kerja Kepala KUA Medan Helvetia.
Rombongan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI disambut langsung oleh Kepala KUA Medan Helvetia, H. Judri Hutagalung, S.Ag., M.Si, didampingi Ketua Tim Kepenghuluan Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, H. Arifin, S.Ag., M.H, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, H. Arifin, S.Ag., M.H menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan menghimpun data dan informasi terkait IRAMA (Informasi Ramadhan), program unggulan Kementerian Agama RI.
“IRAMA merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia yang berfokus pada informasi dan layanan KUA selama bulan Ramadhan. Melalui kunjungan ini, kami ingin memperoleh gambaran langsung dari lapangan,” ujar Arifin.
Senada dengan hal tersebut, mewakili Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, Apin, S.H. menegaskan bahwa IRAMA juga menjadi sarana evaluasi dan penguatan program pembinaan keluarga di KUA.
“Kami ingin melihat secara langsung pelaksanaan layanan KUA, khususnya program keluarga sakinah yang selama ini telah berjalan di KUA Kecamatan Medan Helvetia,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, H. Judri Hutagalung memaparkan kondisi wilayah Kecamatan Medan Helvetia yang merupakan daerah padat penduduk dengan tujuh kelurahan dan jumlah penduduk lebih dari 170 ribu jiwa, serta angka pernikahan rata-rata sekitar 40 pasang setiap bulan.
“Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi KUA untuk terus memperkuat pembinaan keluarga agar terwujud rumah tangga yang sakinah dan maslahat,” jelas Judri.
Ia juga memaparkan berbagai program keluarga sakinah yang telah dilaksanakan, antara lain pembinaan pra nikah secara klasikal dan mandiri, bimbingan keluarga pasca nikah, serta kerja sama lintas sektoral dengan Puskesmas dan Koordinator KB Kecamatan.
“Kami mewajibkan calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persyaratan pernikahan, sebagai langkah preventif dalam membangun keluarga yang sehat,” tambahnya.
Selain itu, KUA Medan Helvetia telah menjalin MoU dengan Lapas Kelas I Medan terkait bimbingan perkawinan dan pembinaan keluarga bagi ASN lintas agama, serta kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Medan Helvetia dalam pembinaan kerohanian aparatur.
“Seluruh program ini kami laksanakan sebagai upaya mewujudkan keluarga yang kuat, berkualitas, dan tangguh, demi mendukung terwujudnya generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Judri.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara KUA dan Direktorat Jenderal Bimas Islam dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan, khususnya selama bulan Ramadhan.

