Medan (Humas) — Rasa kepedulian terhadap korban bencana alam kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan. Minggu (14/12), KUA Medan Perjuangan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini tidak hanya berupa penyaluran donasi, tetapi juga disertai program pemulihan trauma (trauma healing), khususnya bagi anak-anak korban bencana.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, MA. Donasi yang terkumpul merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong berbagai pihak, termasuk para donatur, Wali Santri Rumah Tahfidz Quran Muslimin, serta Lazismu Kampung Dadap Medan. Sinergi ini menjadi bukti kuatnya kepedulian sosial masyarakat terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah.
Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp20.300.000. Dana tersebut disalurkan langsung kepada warga terdampak banjir di Desa Menangin, Dusun Tanjung Karang, Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang. Sejumlah rumah warga dilaporkan hanyut dan rusak berat akibat derasnya arus air.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan penunjang kehidupan. Tim KUA Medan Perjuangan menyerahkan bahan makanan, obat-obatan, pakaian layak pakai, perlengkapan salat, serta sarana edukasi keagamaan seperti Al-Qur’an dan Iqra. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan fisik sekaligus memperkuat ketahanan mental dan spiritual para korban.
Selain penyaluran logistik, kegiatan ini juga difokuskan pada upaya trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Anak-anak yang kehilangan rumah dan mengalami langsung bencana alam membutuhkan pendampingan dan motivasi untuk memulihkan kondisi psikologis mereka. Program trauma healing dikemas melalui kegiatan edukatif dan interaktif guna mengembalikan rasa aman, semangat belajar, serta keceriaan anak-anak.
Untuk mempererat ikatan emosional dan menumbuhkan rasa kebersamaan, rombongan KUA Medan Perjuangan juga mengadakan kegiatan makan bersama dengan para pengungsi. Suasana kebersamaan tersebut menjadi dukungan moral yang berarti bagi warga, bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini.
Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, MA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran KUA sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi administrasi keagamaan, tetapi juga hadir sebagai penggerak kepedulian sosial dan kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi penyemangat bagi warga Desa Menangin untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka,” ujarnya.
Keberhasilan penyaluran bantuan ini menunjukkan koordinasi yang baik antara KUA Medan Perjuangan dengan lembaga filantropi dan komunitas masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dalam penanganan dan respons cepat terhadap bencana alam.
Melalui kegiatan ini, KUA Medan Perjuangan telah memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, khususnya bagi anak-anak korban banjir yang rumahnya hanyut terbawa arus. Edukasi, pendampingan, dan semangat yang diberikan diharapkan mampu mengurangi trauma serta menumbuhkan harapan baru bagi masa depan mereka.

