Medan (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan melaksanakan kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia Pengurus dan Penguatan Pokja Majelis Taklim se-Kota Medan pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Hotel Syariah Grand Jami, Jalan Arteri Ringroad Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam memperkuat kapasitas kelembagaan keagamaan di tingkat kecamatan.
Acara diikuti oleh Penyuluh Agama Islam dan pengurus majelis taklim dari seluruh kecamatan di Kota Medan, termasuk perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan semangat kebersamaan dan tekad untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam pembinaan umat.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia H. Ahmad Kamil menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kapasitas bagi penyuluh agama dan pengurus majelis taklim. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi SDM menjadi bagian penting dari misi Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan masyarakat.
“Kementerian Agama senantiasa berupaya meningkatkan kualitas SDM, baik bagi penyuluh agama maupun pengurus majelis taklim, agar lebih profesional dalam membina umat,” ujar H. Ahmad Kamil.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A. Beliau juga berkesempatan menjadi pemateri pertama dengan topik “Kebijakan Pemerintah dalam Pembinaan Majelis Taklim.” Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa majelis taklim memiliki peran vital dalam memperkuat literasi keagamaan masyarakat.
“Majelis taklim bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral dan spiritual masyarakat yang berdampak langsung pada kehidupan sosial,” ungkap Dr. Impun Siregar.
Sementara itu, H. Hasan Maksum sebagai pemateri kedua memberikan pandangan tentang posisi strategis majelis taklim dalam kehidupan umat. Ia mengingatkan bahwa keberadaan majelis taklim dapat menjadi benteng penguat nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman.
“Majelis taklim memiliki posisi yang sangat penting dan strategis dalam membina umat. Melalui majelis, nilai-nilai Islam yang moderat dan menyejukkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur H. Hasan Maksum.
Adapun Dr. H. Marah Sakti Bangun tampil sebagai pemateri ketiga dengan menyoroti lemahnya semangat sebagian masyarakat dalam menghadiri majelis taklim. Ia menilai bahwa peningkatan partisipasi umat perlu terus digalakkan melalui pendekatan yang inspiratif dan menyentuh.
“Salah satu kelemahan umat saat ini adalah berkurangnya semangat untuk hadir di majelis taklim. Padahal, di situlah sumber ilmu, ketenangan, dan penguatan iman bagi setiap Muslim,” ujar Dr. Marah Sakti Bangun.
Dari KUA Kecamatan Medan Sunggal, hadir Penyuluh Agama Islam Drs. H. Fuji, M.A., bersama perwakilan majelis taklim, yaitu Ibu Ida Murni Nasution dari Majelis Taklim Al Ikhwan dan Ibu Sumarni dari Majelis Taklim Al Yasmin. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan aktif terhadap penguatan kelembagaan keagamaan dan peningkatan peran majelis taklim di masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini mendapat apresiasi positif dari seluruh peserta. Selain menambah wawasan dan kompetensi penyuluh agama, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi para pengurus majelis taklim untuk terus aktif membina masyarakat menuju kehidupan beragama yang lebih baik, harmonis, dan berkeadaban di Kota Medan.

