Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen dari Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan pelayanan bimbingan rohani kepada pasien di Rumah Sakit Estomihi, Selasa (24/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan dan pelayanan keagamaan yang bertujuan memberikan penguatan iman, penghiburan, serta pendampingan spiritual kepada pasien dan keluarga.
Pelayanan rohani berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan pujian yang dipimpin oleh Demak Hasibuan, S.Pd, yang mengajak pasien dan keluarga untuk mengarahkan hati kepada Tuhan melalui nyanyian rohani. Suasana kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Tiurma Butar-Butar, S.Th, sebagai bentuk permohonan kekuatan dan kesembuhan bagi para pasien yang sedang menjalani perawatan.
Firman Tuhan disampaikan oleh Debora Br Pandia, S.Th, yang menekankan pentingnya tetap memiliki pengharapan dan iman di tengah situasi sakit dan keterbatasan.
“Dalam setiap pergumulan, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Sakit bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses yang dapat semakin mendekatkan kita kepada Tuhan. Tetaplah berharap dan percaya, karena Tuhan bekerja dalam setiap keadaan,” ungkapnya.
Selain itu, Mateus Brian Purba, S.Th turut memberikan pelayanan konseling rohani secara langsung kepada pasien. Ia menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit merupakan bentuk pelayanan kasih yang nyata.
“Kami hadir untuk mendampingi, mendengar, dan menguatkan. Ketika pasien merasa tidak sendiri, ada ketenangan yang tumbuh di dalam hati. Penguatan rohani ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan secara menyeluruh,” ujarnya.
Perwakilan pihak rumah sakit juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan bimbingan rohani ini. Dukungan spiritual sangat membantu kondisi mental pasien, sehingga mereka lebih tenang dan memiliki semangat untuk sembuh,” tuturnya.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan penguatan secara spiritual, tetapi juga membantu pasien merasakan perhatian dan kepedulian di tengah masa perawatan. Suasana hangat dan penuh harapan tampak dari antusiasme pasien dan keluarga yang mengikuti setiap rangkaian pelayanan dengan penuh perhatian.
Penyuluh Agama Kristen Kota Medan berharap pelayanan bimbingan rohani seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud nyata pelayanan kepada masyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, membawa penghiburan, serta menyalakan pengharapan bagi setiap orang yang membutuhkan,” tutup salah satu penyuluh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai iman, kasih, dan pengharapan semakin nyata dirasakan oleh pasien dan keluarga, serta menjadi bagian dari proses pemulihan yang lebih bermakna.

