Kunjungan Kasih di RS Elisabet, Penyuluh Kristen dan Katolik Medan Hadirkan Penguatan Rohani

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kantor Kemenag Medan melaksanakan kegiatan kolaboratif bertajuk Kunjungan Kasih di Rumah Sakit Elisabet Medan, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini diisi dengan pembawaan puji-pujian serta penguatan rohani di tiga lorong rumah sakit, yaitu Lorong Maria, Lorong Marta, dan Lorong Ignatius.

Kehadiran para penyuluh disambut hangat oleh para Suster yang bertugas di setiap lorong. Mereka turut mendampingi jalannya pelayanan rohani yang ditujukan untuk memberikan ketenangan batin, harapan, serta semangat bagi para pasien dan keluarga yang sedang menunggu proses perawatan.

Direktur RS Elisabet Medan juga turut hadir menyaksikan langsung kegiatan tersebut dan memberikan apresiasinya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas inisiatif pelayanan ini. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Kehadiran para penyuluh membawa suasana yang meneduhkan dan memberikan kekuatan baru bagi para pasien di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen Sadar Kurniawati Harefa, S.Th, yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut, menjelaskan makna dari pelayanan kolaboratif ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk kepedulian rohani bagi pasien. “Kami ingin menghadirkan kehangatan, cinta kasih, dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang melalui sakitnya. Melalui pujian dan doa, kami berharap mereka merasa tidak sendiri,” ungkapnya.

Penyuluh Agama Katolik yang turut memberikan pelayanan juga menyampaikan pandangannya. Ia menekankan bahwa kebersamaan dalam pelayanan lintas iman membawa kekuatan tersendiri bagi para pasien. “Ketika kita datang bersama, menyapa, dan bernyanyi untuk para pasien, ada sukacita yang ikut terpancar. Kami ingin menunjukkan bahwa kasih itu hadir melalui tindakan sederhana,” tuturnya.

Kegiatan berjalan dengan penuh keakraban dan kekhidmatan. Para pasien, keluarga, serta tenaga kesehatan turut merasakan atmosfer yang menenangkan selama pembawaan pujian di setiap lorong.

Sebagai wujud keberlanjutan, para penyuluh menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan rohani di berbagai komunitas dan lembaga kesehatan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin sehingga semakin banyak pasien yang mendapatkan dukungan spiritual dan kekuatan baru dalam proses pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *