Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Helvetia menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) angkatan I bagi calon pengantin bertempat di Balai Nikah KUA Jalan Melati Raya. Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 10 pasang calon pengantin dan dibuka langsung oleh Kepala KUA Medan Helvetia, Judri Hutagalung.
Dalam sambutannya, Judri menjelaskan bahwa Bimwin merupakan program wajib dari Kementerian Agama yang harus diikuti oleh calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No. 2 Tahun 2024 tentang Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin.
“Melalui Bimwin ini, berbagai program pemerintah, baik dari Kementerian Agama maupun lintas sektor, bisa tersampaikan hingga ke akar rumput,” ujar Judri.
Judri menegaskan pentingnya Bimwin dalam membekali calon pengantin dengan wawasan menyeluruh, termasuk terkait pencatatan nikah yang sah secara hukum. Ia mencontohkan program GAS (Gerakan Sadar) pencatatan nikah sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya legalitas pernikahan demi menjamin hak-hak keperdataan istri dan anak.

Pada kesempatan tersebut, Judri juga memperkenalkan program baru bertajuk “GATI” (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang akan menjadi salah satu materi dalam Bimwin. Materi GATI disampaikan oleh Koordinator KB Kecamatan Medan Helvetia, Revince Nahulae, SKM, MKM. Program ini bertujuan membentuk sosok ayah yang bertanggung jawab, siap secara mental dan spiritual dalam membina keluarga.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting yang disampaikan oleh dr. Renny dari Puskesmas Medan Helvetia. Materi ini penting untuk memastikan kesiapan fisik dan pengetahuan kesehatan calon pengantin dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.
Di akhir sambutannya, Judri menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman calon pengantin tentang pentingnya pencatatan pernikahan, peran ayah dalam keluarga, serta pencegahan stunting sebagai upaya menciptakan generasi yang berkualitas.
“Bimwin bukan sekadar formalitas, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” pungkasnya.