Maghrib Mengaji Masjid Malikul Shaleh Undang KUA Medan Perjuangan Sambut Ramadhan

Medan (Humas) – Kegiatan Maghrib Mengaji di Masjid Malikul Shaleh, Jalan Gurilla Nomor Sepuluh, Kelurahan Sei Kera Hilir Satu, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, mengundang Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Perjuangan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, pada Senin malam.

Hadir mewakili Kepala KUA Kecamatan Medan Perjuangan, Penyuluh Agama Islam Dr. H. M. Abdullah Amin Hasibuan, S.H.I., M.A., yang sekaligus bertindak sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut. Kehadiran KUA Medan Perjuangan merupakan bentuk dukungan terhadap pembinaan keagamaan masyarakat, khususnya dalam penguatan program Maghrib Mengaji.

Dalam kesempatan tersebut, pihak panitia dan pengurus Masjid Malikul Shaleh meminta nasihat serta pandangan dari KUA Medan Perjuangan terkait pelaksanaan dan pengembangan kegiatan Maghrib Mengaji. Dalam tausiyahnya, Abdullah Amin Hasibuan menjelaskan bahwa program Maghrib Mengaji merupakan gerakan yang digaungkan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi membaca Al-Qur’an selepas salat Maghrib.

Ia menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan untuk mengajak umat Islam, khususnya generasi muda, agar memanfaatkan waktu antara salat Maghrib dan Isya dengan membaca Al-Qur’an, serta mengurangi kebiasaan yang kurang bermanfaat seperti menonton televisi atau menggunakan telepon genggam.

“Maghrib Mengaji merupakan gerakan yang sangat penting untuk membangun generasi Qur’ani. Oleh karena itu, seluruh elemen, baik guru, panitia, maupun wali santri, diharapkan dapat menjadi teladan dengan menjaga kesungguhan dan tidak menggunakan telepon genggam selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar para guru dan panitia berpedoman pada buku panduan Maghrib Mengaji sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih terarah dan optimal.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh wali santri, panitia Maghrib Mengaji, para guru, serta santri dan santriwati Masjid Malikul Shaleh. Saat ini, kegiatan Maghrib Mengaji di masjid tersebut diikuti oleh lebih dari seratus santri yang dibimbing oleh dua belas orang guru. Sebagian guru menerima dukungan honorarium dari Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sosial, sementara lainnya didukung oleh wali santri dan para donatur.

Program Maghrib Mengaji di Masjid Malikul Shaleh diinisiasi oleh Badan Kemakmuran Masjid Malikul Shaleh di bawah kepemimpinan H. Busataman, M.A., bersama panitia, sebagai upaya memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan, serta diakhiri dengan makan bersama seluruh peserta yang hadir. Momentum tersebut semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pengurus masjid, guru, santri, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *