Medan (Humas) – Memasuki malam ke-14 bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana religius menyelimuti Masjid Al-Muhajirin yang berlokasi di Jalan Kopi Raya, Komplek Perumahan Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, Selasa malam (03/03/2026).
Hadir di tengah jemaah, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Kota, Imam Pratomo, M.H.I., menyampaikan tausiyah yang menitikberatkan pada pentingnya evaluasi dan muhasabah diri di pertengahan Ramadan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Safari Dakwah Pertengahan Ramadan yang dicanangkan KUA Medan Kota guna menjaga semangat ibadah umat agar tetap konsisten (istiqamah) hingga akhir bulan suci.
Dalam ceramahnya usai salat Tarawih, Imam Pratomo mengingatkan bahwa hampir separuh perjalanan Ramadan telah dilalui. Ia mengajak seluruh jemaah untuk merenungi kualitas ibadah yang telah dijalani selama dua pekan terakhir.
“Malam ke-14 ini menjadi titik pengingat bagi kita semua. Mari kita buka catatan hati kita; sudahkah puasa kita meningkat kualitasnya, ataukah masih sekadar menahan lapar dan dahaga? Muhasabah adalah cermin bagi seorang mukmin untuk memperbaiki diri sebelum Ramadan pergi meninggalkan kita,” ujarnya dengan penuh khidmat.
Lebih lanjut, ia memaparkan tiga poin utama dalam melakukan evaluasi diri di pertengahan Ramadan. Pertama, evaluasi niat, yakni memastikan bahwa seluruh lelah dan lapar yang dirasakan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Kedua, evaluasi lisan dan akhlak, dengan mengukur sejauh mana puasa mampu meredam amarah serta menjaga lisan dari ucapan yang tidak bermanfaat. Ketiga, peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dengan mendorong jemaah yang belum mencapai target tadarus agar memanfaatkan sisa waktu Ramadan secara maksimal.
Kehadiran penyuluh di Masjid Al-Muhajirin disambut positif oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan warga sekitar. Jemaah tampak antusias menyimak materi yang disampaikan.
“Pesan tentang muhasabah ini sangat tepat waktunya. Biasanya di pertengahan Ramadan semangat mulai menurun, namun tausiyah malam ini kembali membakar semangat kami untuk memaksimalkan ibadah,” ungkap salah seorang jemaah, H. Muhammad Suud.
Kegiatan Safari Dakwah tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh warga Medan Tuntungan diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjemput malam Lailatul Qadar serta meraih kemenangan hakiki pada Hari Raya Idulfitri mendatang.

