Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Medan Belawan kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan di dua lokasi berbeda pada Kamis, 25 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Majelis Taklim (MT) At Tarbiyah, Pasar 4 Barat Gang Lestari, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, serta di MT Al Hijrah, Jalan Kapten Rahmad Buddin, Gang Rusdi, Pasar 5, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.
Bimluh tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PAI Medan Belawan dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, khususnya terkait penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak untuk tidak hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Belawan, Lela Hamidah, S.Ag., dengan mengangkat kajian Surat Al-Qasas ayat 77 sebagai landasan utama. Ayat tersebut memberikan tuntunan agar umat Islam mampu menjaga keseimbangan antara ikhtiar duniawi dan orientasi ukhrawi, sehingga setiap aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa kemaslahatan.
Dalam pemaparannya, Lela menegaskan pentingnya menjadikan nikmat dunia sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Keseimbangan hidup akan tercapai ketika seorang Muslim mampu mengelola urusan dunia dengan niat ibadah, serta tetap menempatkan akhirat sebagai tujuan utama,” tuturnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar senantiasa berbuat baik kepada sesama tanpa pamrih dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat menimbulkan kerusakan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ajaran Islam mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kepedulian. “Berbuat kebaikan dan menjaga lingkungan dari kerusakan merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan yang akan membawa keberkahan hidup,” tambahnya, seraya mengajak jamaah untuk terus melakukan muhasabah dan perbaikan diri.
Kegiatan Bimluh di kedua majelis taklim tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti jamaah dengan antusiasme yang tinggi. Interaksi yang terjalin menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap pembinaan keagamaan yang aplikatif dan relevan dengan realitas kehidupan. Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan nilai-nilai yang disampaikan dapat diamalkan secara konsisten dan memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi maupun sosial jamaah.

