Medan (Humas) Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Ikhlas yang beralamat di Jalan Merak Nomor 53 Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal melaksanakan tausiah ba’da salat Subuh pada Senin, (9/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jamaah masjid yang dengan khusyuk mendengarkan pesan-pesan keagamaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut, Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Medan Sunggal, Dr. Iqbal Habibie Siregar, M.Pd.I, menyampaikan materi tentang pentingnya mengenal diri sebagai jalan menuju makrifatullah. Dalam tausiyahnya beliau menekankan bahwa mengenal hakikat diri merupakan langkah awal untuk mengenal kebesaran Allah SWT.
“Kenalilah dirimu, maka kamu akan mengenal Tuhanmu,” ujar Iqbal Habibie Siregar di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa manusia perlu merenungkan asal-usul penciptaannya, tujuan hidupnya, serta tugas dan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah di muka bumi.
Menurut beliau, ketika seseorang memahami bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah dan bergantung sepenuhnya kepada Allah, maka akan tumbuh rasa tawadhu’, syukur, serta kesadaran untuk senantiasa beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Kesadaran inilah yang akan menuntun manusia kepada makrifatullah, yaitu mengenal Allah dengan hati yang penuh keimanan.
Iqbal Habibie juga menjelaskan bahwa proses mengenal diri dapat dilakukan melalui muhasabah atau introspeksi diri. Dengan merenungkan setiap perbuatan, niat, serta perjalanan hidup, seseorang akan menyadari betapa besar nikmat dan kasih sayang Allah yang telah diberikan kepadanya.
“Manusia yang mengenal dirinya sebagai hamba akan mudah tunduk kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia mengajak para jamaah untuk senantiasa memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Selain itu, beliau menegaskan bahwa tujuan hidup manusia bukan sekadar mengejar urusan dunia semata, tetapi juga mempersiapkan kehidupan akhirat. Dengan mengenal diri dan menyadari tujuan penciptaan, manusia akan lebih terarah dalam menjalani kehidupan serta mampu menempatkan dunia sebagai sarana menuju keridaan Allah SWT. Di akhir tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momen setelah salat Subuh sebagai waktu yang baik untuk bermuhasabah, memperbanyak zikir, serta memohon petunjuk kepada Allah agar senantiasa diberikan jalan yang lurus dalam kehidupan.
Melalui pengenalan diri, manusia dapat memahami hakikat keberadaannya sebagai hamba Allah. Kesadaran tersebut akan menuntun kepada makrifatullah, yaitu mengenal Allah dengan lebih dekat melalui iman, ibadah, dan ketaatan. Dengan demikian, kehidupan akan menjadi lebih bermakna karena diarahkan untuk meraih keridaan Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat.(Paidi).

