Medan (Humas) Badan Kemakmuran Masjid Al Hafiz, yang beralamat di JL. TB Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, menggelar tausiah menjelang salat tarawih pada Senin, (9/3/2026). Acara tersebut dihadiri oleh jamaah yang sangat antusias mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Medan Sunggal, Dr. Iqbal Habibie Siregar, M.Pd.I.
Dalam kesempatan ini, Iqbal Habibi menyampaikan materi yang sangat relevan di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang sering dihadapkan dengan berbagai masalah dan tantangan. Beliau menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dalam perspektif Islam, agar umat Islam dapat memperoleh ketenangan jiwa, keseimbangan emosi, dan kemampuan untuk mengelola fungsi kejiwaan dengan baik. Menurut beliau, semua itu bisa tercapai melalui peningkatan iman dan ibadah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Salah satu poin penting yang disampaikan Iqbal Habibi adalah hubungan erat antara kesehatan mental dengan pengamalan ajaran Islam, terutama dalam hal dzikir, sabar, dan syukur. “Dalam Alquran, Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’du ayat 28: ‘Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram’. Dzikir menjadi salah satu sarana yang dapat menenangkan hati dan pikiran kita. Dengan melaksanakan dzikir secara rutin, hati akan menjadi lebih tenang, sehingga dapat menghadapi setiap ujian hidup dengan lebih sabar,” ujar Iqbal Habibi dihadapan jamaah.
Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa konsep sabar dan syukur dalam Islam sangat penting untuk menjaga kestabilan mental seseorang. Sabar, menurutnya, bukan berarti pasif atau tidak melakukan apa-apa, tetapi sabar adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan bertahan dalam kondisi sulit. Sedangkan syukur adalah cara untuk menjaga pikiran tetap positif dan menerima segala takdir yang diberikan oleh Allah SWT.
Iqbal Habibie Siregar menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental tidak hanya dengan pendekatan medis atau psikologis, tetapi juga dengan memperkuat keimanan dan amalan-amalan agama. Dzikir, sabar, dan syukur adalah kunci utama untuk mencapai kedamaian batin yang pada gilirannya akan memperlancar ibadah dan meningkatkan kualitas dakwah. Oleh karena itu, umat Islam harus senantiasa mengingat Allah dalam setiap aktivitasnya, agar hati dan pikiran tetap tenang dan terkendali, bahkan dalam situasi yang penuh tantangan.(Paidi).

