Menyucikan Jiwa Menyambut Ramadan Bersama Penyuluh KUA Medan Sunggal

Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan tausiyah dalam kegiatan pengajian silaturahmi di rumah Sumarsih, JL Puskesmas Gang Pertama No. 6, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini menjadi pengajian penutup menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, yang dihadiri oleh jamaah pengajian setempat dengan suasana penuh kekeluargaan dan khidmat.

Ketua pengajian, Mundakir, SP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian kali ini merupakan pertemuan terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan. Ia juga menyampaikan bahwa pengajian akan dilanjutkan kembali setelah Hari Raya Idulfitri.

“Semoga di pertemuan terakhir ini kita bisa membersihkan diri dan saling memaafkan antara satu dengan yang lain, agar kita memasuki Ramadan dengan hati yang bersih,” ujar Paidi.

Dalam tausiyahnya, Paidi menyampaikan tentang keistimewaan bulan suci Ramadan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan yang sangat mulia dan penuh keberkahan, sehingga umat Islam diperintahkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

“Ramadan adalah madrasah ruhaniyah bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ungkapnya.

Paidi menjelaskan keistimewaan pertama Ramadan adalah diwajibkannya ibadah puasa bagi umat Islam. Puasa Ramadan merupakan rukun Islam yang memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, karena melatih kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri.

“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu dan memperbaiki akhlak,” tutur Paidi

Keistimewaan kedua, lanjut Paidi, adalah dilipatgandakannya pahala dan kebaikan di bulan Ramadan. Setiap amal ibadah yang dilakukan akan mendapatkan balasan yang berlipat dari Allah SWT. Selain itu, Ramadan juga menjadi bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.

“Di bulan Ramadan pula terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir,” jelasnya.

Mengakhiri tausiyahnya, Paidi mengajak seluruh jamaah untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, memperbanyak taubat, dan meningkatkan ibadah. Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

“Mari kita jadikan Ramadan sebagai titik balik untuk menjadi hamba Allah yang lebih taat dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya.

Pengajian silaturahmi di rumah Sumarsih menjadi momentum penting bagi jamaah dalam menyucikan jiwa dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan. Melalui tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, jamaah diingatkan akan keistimewaan Ramadan serta pentingnya meningkatkan ibadah dan memperbaiki akhlak. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat beribadah di bulan penuh berkah.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *