Medan (Humas) Suasana di MIN 12 Kota Medan tampak berbeda pagi ini. Gema selawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an sayup-sayup terdengar membangkitkan kekhusyukan di koridor madrasah. Hari ini secara resmi menandai dimulainya Pembelajaran Ramadan 1447 H, Senin (23/02)
Kepala MIN 12 Medan Hj Rini Sartika MPd secara resmi membuka rangkaian kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ajang menahan lapar, melainkan momentum emas untuk mentransformasi karakter siswa menjadi pribadi yang lebih disiplin dan religius.

Di balik pembukaan ini, terdapat kerja keras tim panitia pelaksana yang terdiri dari para tenaga pendidik dan kependidikan. Rini memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang solid dalam menyusun kurikulum khusus Ramadan.
“Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari tangan dingin panitia pelaksana. Semangat kerja sama yang mereka tunjukkan adalah cerminan dari nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang ingin kita tanamkan kepada anak didik kita,” ujar Rini di sela-sela acara pembukaan.
Panitia telah menyiapkan berbagai agenda unggulan, mulai dari, sholat dhuha, tadarus bersama dengan tujuan eningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan siswa, ceramah agama, praktik ibadah dan pendalaman pembelajaran berbahasa arab dan inggris. Siswa tampak bersemangat meski dalam kondisi berpuasa, rasa lemas bukanlah alasan untuk berhenti belajar, justru dalam kondisi berpuasa, kejernihan pikiran seringkali lebih mudah dicapai. Atmosfer semangat dari siswa siswi terasa menembus dinding-dinding madrasah ini membuktikan bahwa madrasah tempat yang paling menyenangkan untuk beribadah dan menuntut ilmu bersama-sama.
Pembelajaran Ramadan di MIN 12 Medan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas formalitas belaka. Target utamanya adalah terjadinya perubahan perilaku (behavioral change) pada siswa setelah bulan suci ini berakhir.
Sikap disiplin waktu, kejujuran dalam berpuasa, dan kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan berbagi diharapkan dapat melekat permanen dalam kepribadian siswa. Sinergi antara kepala madrasah, panitia, dan wali murid menjadi fondasi kuat agar tujuan mulia ini dapat tercapai.

