Medan (Humas) – Dalam rangka menumbuhkan budaya literasi sejak dini, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Medan melaksanakan kegiatan kunjungan ke perpustakaan sebagai bagian dari program literasi madrasah. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dengan didampingi para guru, dan berlangsung penuh antusiasme.
Kepala MIN 2 Kota Medan, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kunjungan ke perpustakaan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah nyata untuk menanamkan rasa cinta terhadap buku. “Membaca adalah jendela dunia. Melalui literasi, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak berkeliling perpustakaan, mengenal berbagai jenis buku, dan memahami tata cara peminjaman koleksi. Para pustakawan juga memberikan penjelasan singkat tentang pentingnya menjaga buku, serta tips memilih bacaan yang sesuai dengan usia dan minat. Hal ini membuat siswa semakin termotivasi untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.
Tidak hanya membaca, kegiatan juga diisi dengan sesi membaca bersama dan bercerita (storytelling) yang dipandu oleh guru. Melalui kegiatan ini, suasana literasi terasa hidup dan menyenangkan. Siswa tampak antusias mendengarkan cerita, bahkan beberapa di antaranya berani tampil membacakan cuplikan buku favorit di hadapan teman-temannya.
Guru pendamping menyebutkan bahwa kegiatan kunjungan ke perpustakaan menjadi salah satu strategi madrasah untuk membangun keterampilan abad 21, yakni kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. “Dengan membaca, siswa akan lebih terbuka wawasannya, terbiasa berpikir mendalam, dan mampu menyampaikan gagasannya dengan baik,” jelasnya.
Para siswa pun mengaku senang dengan kegiatan ini. Salah seorang siswa kelas V mengatakan bahwa ia menemukan banyak buku cerita baru yang menarik untuk dibaca. “Saya jadi ingin sering ke perpustakaan, karena banyak buku seru di sini,” tuturnya dengan gembira.
Kegiatan literasi di MIN 2 Kota Medan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kunjungan sesaat, tetapi juga menjadi kebiasaan berkelanjutan. Dengan dukungan guru, orang tua, dan pihak madrasah, MIN 2 Kota Medan berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus sebagai pintu gerbang menuju generasi literat yang unggul. (YFK)

