Medan (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Medan melaksanakan rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan peningkatan keimanan peserta didik. Kegiatan ini berlangsung selama hampir tiga pekan, terhitung mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI.
Pelaksanaan kegiatan Ramadan di MIN 5 Medan disesuaikan dengan petunjuk teknis pembelajaran pada bulan Ramadan yang dikeluarkan Kementerian Agama. Selama bulan suci ini, madrasah memfokuskan kegiatan pada pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak mulia, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam suasana yang kondusif dan edukatif.
Setiap pagi, kegiatan diawali dengan pembelajaran di dalam kelas bagi siswa kelas I dan II yang dibimbing langsung oleh wali kelas masing-masing. Sementara itu, siswa kelas III hingga VI mengikuti kegiatan tausiah dhuha yang disampaikan secara bergiliran oleh para guru sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh madrasah.
Tausiah dhuha dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan mengangkat tema-tema keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak, seperti keutamaan puasa, adab beribadah, pentingnya kejujuran, serta sikap saling menghormati. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta didik.
Selain tausiah, kegiatan pembelajaran di kelas tetap berjalan dengan penyesuaian waktu dan metode selama bulan Ramadan. Guru mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam materi pelajaran, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pembinaan spiritual dan karakter.
Kepala MIN 5 Medan, Sri Darmawati, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan ini merupakan momentum penting dalam membentuk kepribadian siswa. “Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan akhlak mulia kepada anak-anak sejak dini melalui kegiatan yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh guru turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik sebagai penceramah tausiah dhuha maupun pendamping siswa di kelas. Guru yang tidak tercantum dalam jadwal utama tetap dilibatkan untuk membantu wali kelas agar kegiatan berjalan tertib dan efektif.
Menurut Sri Darmawati, keterlibatan seluruh warga madrasah menjadi kunci utama keberhasilan program Ramadan ini. “Kami ingin menciptakan suasana Ramadan yang menyenangkan dan bermakna, sehingga peserta didik dapat menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran sekaligus tetap semangat belajar,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, MIN 5 Medan berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlakul karimah. Nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadan diharapkan dapat terus diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.
Rangkaian kegiatan Ramadan MIN 5 Medan ini sejalan dengan komitmen Kanwil Kemenag Sumut dalam mendukung pelaksanaan pendidikan madrasah yang berkualitas, religius, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.

