Medan (Humas) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Medan menjadi tuan rumah pelaksanaan Uji Penguatan Kompetensi Moderasi Beragama bagi Tenaga Kependidikan Madrasah Negeri se-Kota Medan. Kegiatan yang mengangkat tema “Hormati Perbedaan, Satukan Kebersamaan, Hidup Rukun dalam Keberagaman” ini berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Aula Asrama MTsN 1 Medan dan dimulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman, sikap, dan praktik moderasi beragama telah terinternalisasi dalam diri tenaga kependidikan.
“Uji kompetensi ini untuk melihat bagaimana kemampuan bapak ibu dalam menyikapi moderasi beragama di madrasah. Kerjakanlah soal dengan serius. Semoga kita semua diberi kesehatan dan kemudahan dalam mengikuti asesmen ini dan semoga nilainya baik semua,” pesannya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dr. Hj. Rifnatul Hasanah Harahap, S.Ag., M.A, Ketua Tim Tenaga Kependidikan (Katim Tendik) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara. Dalam arahannya, Rifnatul Hasanah menyampaikan bahwa kegiatan asesmen ini menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa tenaga kependidikan madrasah mampu menjadi teladan dalam mengimplementasikan moderasi beragama.
“Dengan adanya kegiatan ini akan terlihat apakah bapak/ibu bisa menjadi role model moderasi beragama di lingkungan madrasah,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta akan mengerjakan 30 soal dengan durasi waktu 1 jam. “Mohon bapak/ibu mengerjakan sendiri, kerjakan dengan tenang dan serius,” tambahnya.
Kepala MTsN 1 Medan, Drs. H. Syakhrim Harahap, M.Pd, yang turut menjadi peserta uji kompetensi, menyampaikan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) madrasah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola madrasah yang profesional serta menciptakan kepala madrasah dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi manajerial dan teknis yang kuat. Semoga kegiatan ini memberikan hasil terbaik bagi peningkatan mutu madrasah,” ungkap Syakhrim.
Uji penguatan kompetensi ini diikuti oleh Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, pustakawan, dan laboran dari berbagai madrasah negeri di Kota Medan. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir tenaga kependidikan yang tidak hanya cakap dalam tugas administratif dan teknis, tetapi juga mampu menjadi agen penguatan nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan harmoni di lingkungan pendidikan madrasah.

