Medan (Humas). MTsN 3 Medan menggelar kegiatan berbagi dalam rangkaian pembelajaran bulan suci Ramadan pada Sabtu (28/02). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pendalaman keagamaan yang secara rutin dilaksanakan setiap Ramadan guna menanamkan nilai syukur, empati, dan kepedulian sosial kepada seluruh peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara simbolis seusai ceramah pagi yang diikuti oleh seluruh siswa MTsN 3 Medan. Momentum tersebut dipilih agar pesan-pesan moral dan spiritual yang disampaikan dalam tausiyah dapat segera diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan suasana religius yang kuat di lingkungan madrasah.
Santunan diberikan kepada sejumlah peserta didik, tenaga kependidikan non-ASN, serta marbot Mesjid Nurul Iman yang berada di lingkungan madrasah. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai dan bahan kebutuhan pokok, seperti beras. Pemberian santunan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian madrasah terhadap seluruh unsur yang berperan dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Secara substantif, kegiatan berbagi ini diarahkan untuk membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Ramadan dipandang sebagai momentum strategis untuk melatih keikhlasan dan membiasakan budaya sedekah. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak memahami bahwa rasa syukur atas nikmat yang diterima harus diwujudkan dalam tindakan konkret, yakni berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Kepala MTsN 3 Medan, Anas, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan berbagi merupakan bagian integral dari pendidikan karakter di madrasah. Ia menyampaikan bahwa program pendalaman keagamaan selama Ramadan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman keislaman secara teoretis, tetapi juga untuk menginternalisasi nilai-nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. “Kegiatan berbagi ini merupakan serangkaian program pendalaman keagamaan bagi peserta didik untuk menumbuhkan kepekaan dan kepedulian terhadap sesama, menggiatkan sedekah, serta meningkatkan rasa syukur. Momentum bulan suci Ramadan harus kita manfaatkan untuk mencari pahala dan memperbanyak kebaikan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT,” Terang Anas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab moral untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat. Menurutnya, pembiasaan berbagi sejak dini akan membentuk pribadi yang peka terhadap lingkungan dan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 3 Medan berharap nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di lingkungan madrasah. Dengan demikian, semangat Ramadan tidak berhenti pada aktivitas ritual semata, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi seluruh warga madrasah dan masyarakat sekitar.

