Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (PAI KUA) Denai kembali menggelar kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) di Majelis Taklim Al-Amin, salah satu binaan aktif yang terletak di Jalan Jermal 7 Medan Denai. Jumat (12/12/2025). Kegiatan berlangsung di kediaman Hj. Suparti, tak jauh dari Masjid Ar-Ridha, dan dihadiri oleh puluhan jamaah yang antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Majelis Taklim Al-Amin dikenal sebagai salah satu majelis yang konsisten menghadirkan kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitar. Kehadiran tim PAI KUA Denai menjadi penguatan sekaligus bentuk pendampingan langsung dalam pembinaan umat.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Pengajian, Dra. Hj. Dariani Emde, yang menyampaikan apresiasi atas komitmen para penyuluh agama dalam membina masyarakat. Ia menyebut bahwa majelis ilmu adalah benteng penting untuk memperkokoh nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman.

“Majelis taklim bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat membangun akhlak dan memperluas pemahaman agama. Semoga kegiatan seperti ini senantiasa menjadi cahaya bagi keluarga dan lingkungan kita,” ungkapnya.

Suasana semakin khidmat ketika acara memasuki sesi tausiyah yang disampaikan oleh Khoiruz Zaman, S.HI., dengan tema “Tiga Panggilan Wajib dalam Hidup”. Dalam penyampaiannya, ustaz menguraikan makna spiritual dari tiga panggilan penting: azan sebagai panggilan ketaatan, haji sebagai panggilan kesempurnaan ibadah, dan kematian sebagai panggilan kembali kepada Sang Pencipta.

“Panggilan azan adalah ajakan Allah untuk menyempurnakan salat. Panggilan haji menguji kesiapan kita lahir batin. Sementara panggilan kematian adalah kepastian yang harus disambut dengan amalan yang baik. Ketiganya mengingatkan kita agar terus memperbaiki diri,” jelasnya di hadapan jamaah.

Para jamaah tampak menyimak dengan saksama, sesekali mengangguk sebagai tanda penghayatan terhadap pesan-pesan yang disampaikan. Beberapa di antara mereka bahkan mencatat poin penting ceramah agar dapat dipelajari kembali di rumah.

Setelah tausiyah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Saipul Akhyar. Momen ini berlangsung penuh kekhusyukan. Jamaah mengangkat tangan tinggi-tinggi, memohon perlindungan dan keberkahan bagi keluarga, lingkungan, serta umat Islam secara keseluruhan.

Sebagai bagian dari kegiatan pembinaan, panitia juga membuka sesi dialog interaktif. Para jamaah diberi kesempatan untuk bertanya langsung terkait materi ceramah, termasuk persoalan ibadah harian dan tantangan dalam meningkatkan konsistensi beramal saleh. Dialog berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan harmonis antara penyuluh dan masyarakat binaan.

Di akhir acara, dilakukan sesi dokumentasi sebagai bentuk pendataan kegiatan serta kenang-kenangan kebersamaan antara tim PAI KUA Denai dan jamaah Majelis Taklim Al-Amin.

Kegiatan BIMLUH ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat Denai, sekaligus memperkuat silaturahmi antarwarga. PAI KUA Denai berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang relevan, edukatif, dan menyentuh kebutuhan umat.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat memberi manfaat luas dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” tutup salah satu penyuluh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *