PAI KUA Medan Barat Gelar Pembinaan Majelis Taklim Bertema Pentingnya Menjaga Lisan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Medan Barat Kemenag Kota Medan, H. Abdullah Hakim, S.H.I, kembali melaksanakan pembinaan keagamaan melalui kegiatan rutin Majelis Taklim, Kamis (13/11). Kegiatan kali ini berlangsung di Majelis Taklim Al Wardah, Kelurahan Karang Berombak, dengan mengangkat tema “Pentingnya Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari.”

Kegiatan dihadiri jamaah majelis taklim, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu pengajian yang mengikuti dengan penuh khidmat. Dalam tausiahnya, H. Abdullah Hakim menegaskan bahwa menjaga lisan merupakan wujud pengendalian diri yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Ia mengingatkan bahwa setiap ucapan dapat menjadi sumber kebaikan maupun keburukan.

“Lisan adalah karunia Allah yang dapat menjadi sumber kebaikan sekaligus keburukan. Dengan lisan, kita bisa menebar dakwah, nasihat, dan kebaikan. Namun jika tidak dijaga, lisan juga dapat menimbulkan fitnah, perpecahan, bahkan dosa besar,” ujar Hakim dalam penyampaiannya.

Beliau juga mengajak jamaah untuk membiasakan ucapan yang baik dan benar, serta menghindari ghibah, adu domba, dan tutur kata yang menyakiti hati orang lain. Ia menegaskan bahwa setiap Muslim harus menjadikan tuntunan Nabi sebagai pedoman dalam menjaga lisan sehari-hari. “Rasulullah SAW bersabda: ‘Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.’ Ini menjadi pedoman agar setiap Muslim berhati-hati dalam berbicara,” tambahnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang membahas praktik menjaga lisan dalam kehidupan sosial sehari-hari hingga penggunaan media digital. Jamaah terlihat antusias merespons materi yang diberikan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, berharap semoga Allah SWT senantiasa membimbing umat Islam agar mampu menjaga ucapan dan perilaku sesuai tuntunan agama. Melalui kegiatan pembinaan seperti ini, KUA Medan Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas keimanan, akhlak, dan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam di lingkungan majelis taklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *