Medan (Humas) — Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Al-Amanah, Gedung Keuangan, Jalan Diponegoro No. 30 A, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (10/04/2026). Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., hadir sebagai khatib dengan menyampaikan khutbah bertema tanda-tanda orang yang beruntung setelah bulan Ramadan.
Bertindak sebagai muazin, Tiar Ritonga mengumandangkan adzan dengan penuh kekhusyukan, mengawali rangkaian ibadah Jumat yang diikuti antusias oleh para jamaah.
Kehadiran Khoiruz Zaman mendapat sambutan hangat dari pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Amanah. Ketua BKM, Muhammad Rafiq, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai dan berharap kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini dapat terus berlanjut di tengah masyarakat.
Dalam khutbahnya, Khoiruz Zaman mengajak jamaah untuk merenungi hakikat keberuntungan pasca Ramadan. Ia menegaskan bahwa keberuntungan tidak hanya diukur dari selesainya ibadah puasa, tetapi dari kemampuan seseorang dalam menjaga dan melanjutkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang yang beruntung adalah mereka yang tetap memanfaatkan waktunya untuk memperbanyak ibadah, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga setelahnya,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa keberuntungan tersebut tercermin dari kesungguhan seseorang dalam mengisi bulan Ramadan dengan amalan-amalan yang dianjurkan, serta konsistensi dalam mengamalkannya setelah bulan suci berlalu.
Lebih lanjut, ia mengingatkan adanya perbuatan yang dapat menghapus nilai ibadah Ramadan, seperti durhaka kepada orang tua, memutus tali silaturahmi, serta melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Menurutnya, orang yang mampu menjauhi hal-hal tersebut termasuk golongan yang beruntung karena ibadah Ramadannya diterima oleh Allah SWT.
Pesan-pesan yang disampaikan dengan bahasa yang lugas dan menyentuh tersebut mampu menggugah kesadaran jamaah untuk terus menjaga istiqamah dalam kebaikan.
Melalui khutbah Jumat ini, diharapkan umat Islam tidak menjadikan Ramadan sebagai ibadah musiman semata, melainkan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

