Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Majelis Taklim Istiqomah, yang merupakan binaan penyuluh agama. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Istiqomah, Jalan Denai, Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, dan diikuti dengan antusias oleh jamaah setempat.
Kegiatan BIMLUH dibuka secara resmi oleh Riyanti. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembinaan keagamaan sebagai sarana memperkuat iman dan ketahanan spiritual masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membekali jamaah dengan pemahaman agama yang benar, agar kita memiliki kekuatan iman dan ketenangan batin dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” ujarnya.

Selanjutnya, ceramah agama disampaikan oleh Syaiful Akhyar, S.HI yang mengupas Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 155–156. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa ujian hidup merupakan keniscayaan bagi setiap manusia.
“Allah SWT dengan tegas menyatakan bahwa setiap manusia pasti akan diuji, baik dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, maupun hasil usaha. Ini ditegaskan dengan penggunaan nun taukid dalam ayat, yang menunjukkan bahwa cobaan adalah kepastian dalam kehidupan,” jelas Akhyar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ayat 156 memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar dan bertawakal.
“Orang yang sabar adalah mereka yang ketika ditimpa musibah mampu mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raaji‘uun’, sebagai bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu milik Allah dan kepada-Nya lah kita kembali. Inilah sikap ikhlas, sabar, dan tawakal yang harus terus kita latih,” tuturnya.
Melalui penjelasan tersebut, jamaah diajak untuk memahami bahwa kesabaran dan tawakal merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai ujian dan kesulitan hidup. Dengan berserah diri kepada Allah SWT, setiap cobaan diyakini akan terasa lebih ringan serta bernilai pahala dan keberkahan.
Setelah sesi ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif antara pemateri dan jamaah. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, dengan berbagai pertanyaan seputar ujian iman, problem kehidupan, dan penguatan spiritual dibahas secara mendalam.
Kegiatan BIMLUH ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Khoiruz Zaman. Dalam doanya, ia memohon agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesabaran, keteguhan iman, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

