PAI KUA Medan Denai Gelar BIMLUH, Kupas Tafsir Al-A‘raf Ayat 179

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai menggelar kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di MT Ummahat Aceh Sepakat Cabang IV, Medan Timur, tepatnya di kediaman Hj. Romlah yang beralamat di Jalan Pasar 3 Gang Masjid.

BIMLUH kali ini menghadirkan penceramah Khoiruz Zaman, S.HI., yang menyampaikan materi Tafsir Surah Al-A‘raf ayat 179. Ayat tersebut menegaskan pentingnya peran akal dan pancaindra sebagai potensi yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia untuk memahami kebenaran dan menjalani kehidupan sesuai petunjuk-Nya.

Dalam pemaparannya, Ustadz Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa Surah Al-A‘raf ayat 179 merupakan peringatan keras bagi manusia agar tidak menyia-nyiakan fungsi akal, mata, dan telinga. Ayat ini mengingatkan bahwa kegagalan dalam memanfaatkan potensi tersebut dapat menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan.

Merujuk pada penafsiran Imam Al-Qurthubi, disampaikan bahwa manusia yang diserupakan dengan binatang ternak dalam ayat tersebut adalah mereka yang enggan memahami kebenaran. Mereka tidak menggunakan akalnya untuk berpikir, tidak memanfaatkan mata untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang tersirat dalam ciptaan-Nya, serta tidak menggunakan telinga untuk mendengarkan firman Allah dan sabda Rasulullah SAW.

Lebih lanjut dijelaskan, ketika manusia mengabaikan fungsi akal dan pancaindra, maka kedudukan mereka bahkan lebih sesat daripada binatang ternak. Hal ini karena binatang tidak dibebani kewajiban syariat, sementara manusia diberi amanah akal dan wahyu sebagai petunjuk hidup. Dalam konteks ini, ditegaskan pula bahwa tidak ada hewan yang akan menjadi penghuni neraka, sementara penghuni neraka terbanyak berasal dari golongan manusia dan jin yang mengingkari petunjuk Allah SWT.

Melalui kegiatan BIMLUH ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai berharap para peserta dapat meningkatkan kesadaran keimanan, mengoptimalkan penggunaan akal dan pancaindra sesuai tuntunan syariat Islam, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan mendapat antusiasme dari para peserta yang mengikuti rangkaian penyuluhan hingga selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *