Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) bersama Majelis Taklim Al-Fitri STM Kaum Bapak, Kamis malam, 29 Januari 2026, ba’da Isya. Kegiatan ini berlangsung di Mushalla Al-Jihad, Jalan Jermal VII, kediaman Bapak Sumarno, dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.
Acara diawali dengan pembacaan tahtim, tahlil, dan doa yang diikuti seluruh jamaah. Selain sebagai wadah menimba ilmu keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat belajar agama di kalangan kaum bapak.
Ketua STM Al-Fitri, Bapak Miftah, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk terus istiqamah mengikuti pengajian rutin yang dilaksanakan sebulan sekali. Ia menekankan pentingnya pemahaman fikih dalam kehidupan sehari-hari agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan tuntunan syariat.
“Mari kita manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menambah ilmu, supaya ibadah kita tidak hanya sekadar menunaikan kewajiban, tetapi juga benar sesuai tuntunan,” ujarnya.
Tausyiah disampaikan oleh Khoiruz Zaman, S.HI, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, dengan mengangkat tema fikih aktual dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan menyentuh persoalan-persoalan yang sering dihadapi masyarakat, di antaranya kewajiban mengqadha shalat wajib bagi mereka yang pernah meninggalkannya, serta penjelasan hukum puasa setelah tanggal 16 Sya’ban.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa puasa setelah pertengahan bulan Sya’ban tidak dibolehkan, kecuali dengan niat qadha atau puasa sunnah yang telah menjadi kebiasaan rutin, serta diperbolehkan apabila disambung sejak tanggal 15 Sya’ban. Selain itu, disampaikan pula pentingnya memperbaiki tata cara shalat, dengan mengulas beberapa kekeliruan yang masih kerap terjadi di tengah masyarakat, seperti terbukanya aurat laki-laki saat sujud hingga terlihat belikat belakang, serta kesalahan dalam mengucapkan salam penutup shalat yang dapat memengaruhi keabsahan ibadah.
Salah seorang jamaah, Bapak Rusdi, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat mencerahkan dan mudah dipahami.
“Pengajian seperti ini sangat kami butuhkan. Penjelasannya jelas dan langsung menyentuh persoalan yang sering kami alami,” ungkapnya.
Kegiatan BIMLUH ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan dokumentasi serta makan malam bersama, yang semakin menambah kehangatan dan kebersamaan antara penyuluh dan jamaah.

