Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., memimpin pelaksanaan Shalat Tasbih berjamaah sekaligus menyampaikan tausyiah kepada jamaah Majelis Taklim Jannatul Alim Al Muttaqin. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Jannatul Alim, Jalan Pancasila, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Rabu (25/02/2026), pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh protokol, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pengajian, Hj. Maratus Shalihah. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus memakmurkan masjid dan istiqamah menghadiri majelis ilmu, khususnya selama bulan ramadan yang penuh keberkahan.
“Kami mengajak seluruh jamaah agar tetap semangat memakmurkan masjid dan menghadiri majelis ilmu. Terima kasih kepada Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai yang telah hadir membimbing dan memberikan tausyiah kepada kami,” ungkapnya.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Tasbih berjamaah dan zikir yang dipimpin oleh Khoiruz Zaman, S.H.I. Jamaah yang didominasi oleh ibu-ibu majelis taklim mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan.
Dalam tausyiahnya, Khoiruz Zaman mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan bertemu dengan bulan suci ramadan 1447 H dalam keadaan sehat. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan ramadan dengan memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan kualitas keimanan.
“Bertemu dengan bulan ramadan merupakan nikmat yang sangat besar. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta melaksanakan ibadah sunnah seperti Shalat Tasbih yang memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjauhi perbuatan yang dapat menghalangi datangnya ampunan dan keberkahan ramadan, seperti durhaka kepada orang tua, memutus tali silaturahmi, mengonsumsi minuman memabukkan atau narkoba, memakan riba, serta membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan permusuhan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dokumentasi, dan diskusi interaktif. Para jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat ibadah masyarakat semakin meningkat dan mampu mengisi bulan ramadan dengan berbagai amal saleh, sehingga terbentuk pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.

