PAI KUA Medan Denai Tekankan Shalat sebagai Benteng Kerusakan Sosial

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) di Sekolah Taman Siswa Medan pada Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa tingkat SMP dan SMA serta berlangsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Singosari, Kecamatan Medan Area.

Kegiatan BIMLUH bertujuan untuk membina akhlak dan karakter peserta didik agar memiliki bekal spiritual dan moral yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman serta pengaruh negatif perkembangan teknologi dan pergaulan.

Dalam sambutannya, Edi Suherman, M.Pd., selaku perwakilan bidang pendidikan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana pembinaan sekaligus pengembangan kreativitas peserta didik. Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para siswa memiliki arah hidup yang positif dan tidak terjebak pada ketergantungan berlebihan terhadap penggunaan handphone serta media yang berpotensi merusak mental dan moral generasi muda.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Sekolah Tingkat SMA, Puska Rinda, S.Pd.I. Ia mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh agama Islam KUA Medan Denai yang telah hadir memberikan bimbingan keagamaan. Menurutnya, kegiatan BIMLUH sangat penting sebagai bekal nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ketua Perguruan Taman Siswa Medan, Ki Sutarno, M.Pd., turut menyampaikan harapannya agar kegiatan BIMLUH ini memberikan manfaat besar bagi para siswa. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara hablum minallah (hubungan dengan Allah SWT) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia), seperti menjaga silaturahmi, saling menghormati, serta memiliki kepedulian sosial terhadap orang lain.

Pada sesi penyuluhan, materi disampaikan Khoiruz Zaman, S.H.I., dengan tema “Shalat sebagai Benteng Kerusakan Sosial.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa shalat tidak hanya sebatas gerakan lahiriah, tetapi harus mampu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Ia menyoroti fenomena masih maraknya perbuatan maksiat di tengah masyarakat, meskipun pelakunya terlihat rajin melaksanakan shalat.

Khoiruz Zaman juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan kondisi umat di akhir zaman, bahwa akan datang suatu masa ketika banyak orang merasa telah melaksanakan shalat, padahal hakikat shalat belum terwujud dalam kehidupannya.

Menutup kegiatan BIMLUH, ia berpesan kepada seluruh peserta didik agar senantiasa memperbaiki kualitas shalat dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan. Menurutnya, shalat yang benar akan menjadi benteng diri dari kerusakan moral dan sosial, serta menjadi jalan bagi Allah SWT untuk memperbaiki kehidupan seseorang.

“Perbaiki shalatmu, niscaya Allah akan memperbaiki hidupmu,” pesannya.

Kegiatan BIMLUH berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme, serta diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter religius peserta didik di Sekolah Taman Siswa Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *