Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M.Sos, melaksanakan kegiatan penyuluhan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Pengajian Ar-Rafiq, Senin, 06 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar.
Nurlely menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban dasar bagi setiap Muslim. Ia menekankan pentingnya belajar secara bertahap dan konsisten agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam membaca kitab suci. “Buta aksara Al-Qur’an bukan hanya persoalan tidak bisa membaca, tetapi juga menyangkut kedekatan kita dengan Allah SWT,” ujarnya.
Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan metode pembelajaran yang sederhana dan mudah dipahami, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah, tajwid dasar, hingga praktik membaca secara langsung. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, bahkan aktif bertanya kepada penyuluh terkait kesulitan yang mereka alami selama ini.
Nurlely juga mengajak para peserta untuk tidak merasa jenuh dan bosan dalam belajar, meskipun usia masih dini. Menurutnya, semangat belajar Al-Qur’an harus terus dijaga sepanjang hayat. “Tidak ada kata lelah untuk belajar Al-Qur’an. Yang terpenting adalah kemauan dan kesungguhan hati,” katanya.
Salah satu orang tua peserta pengajian, Siti Rahmah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya pengajian tersebut. “Selama ini saya merasa terbantu dengan adanya pengajian ini, anak-anak semakin pandai dalam membaca Alquran,” ungkapnya.
Selain memberikan materi, Nurlely juga membuka sesi pendampingan bagi peserta yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut. Hal ini dilakukan agar proses belajar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan hasil yang maksimal bagi para peserta pengajian.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat. Nurlely berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. “Semoga melalui kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan menjadikannya sebagai pedoman hidup,” tutupnya.

