Medan (Humas) — Dalam siaran rutin keagamaan di Radio Aqila FM, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, S.H.I, menyampaikan tausiyah bertema “Tiga Amalan yang Dicintai Allah SWT.” Materi ini diangkat dari sebuah hadits sahih Rasulullah SAW yang menjelaskan tiga amal utama yang paling dicintai oleh Allah, sekaligus menjadi pedoman yang sangat relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jumat (21/11/2025)
Dalam penjelasannya, H. Abdullah Hakim menyampaikan bahwa amalan pertama yang paling dicintai Allah adalah sholat tepat waktu. Sholat, menurut beliau, adalah tiang agama dan bentuk ketaatan yang paling jelas dari seorang hamba. “Ketika seseorang menjaga sholatnya tepat waktu, maka ia sedang menunjukkan kecintaan dan ketaatannya kepada Allah SWT. Sholat adalah penopang keimanan dan menjadi penyempurna amal lainnya,” ujarnya.
Amalan kedua yang dicintai Allah SWT adalah berbakti kepada kedua orang tua. Abdullah Hakim menegaskan bahwa birrul walidain memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. “Berbakti kepada ayah dan ibu bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan besar menuju ridha Allah. Hormati, layani, dan jagalah hati mereka, karena amalan ini lebih utama daripada banyak ibadah sunnah,” jelasnya dalam siaran tersebut.
Beliau kemudian melanjutkan dengan menjelaskan amalan ketiga, yaitu jihad di jalan Allah SWT. Dalam konteks kehidupan modern, jihad tidak semata-mata berarti peperangan, tetapi mencakup kesungguhan dalam memperjuangkan kebenaran, memperbaiki diri, dan melawan hawa nafsu. “Jihad hari ini dapat berupa usaha sungguh-sungguh menjadi pribadi yang lebih baik, berjuang menuntut ilmu, serta menjaga diri dari kemaksiatan. Inilah bentuk jihad yang bisa dilakukan setiap hari,” tegasnya.
Menutup tausiyah, H. Abdullah Hakim mengajak para pendengar Radio Aqila FM untuk mengamalkan tiga amalan ini secara konsisten. “Siapa pun yang menjaga ketiga amalan ini, insyaAllah akan mendapatkan kecintaan Allah dan keberkahan hidup dunia serta akhirat,” pesannya.
Siaran tersebut mendapat respons positif dari para pendengar yang merasa tercerahkan oleh materi yang praktis, mudah dipahami, serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendengar berharap agar kajian seperti ini terus hadir sebagai sarana dakwah yang mencerahkan dan menambah wawasan keagamaan masyarakat.

