Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Al Hidayah pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah majelis taklim dengan penuh khidmat dan antusias.
Dalam bimbingannya, H. Abdullah Hakim mengangkat tema “Ikhlas, Sabar, dan Syukur: Tiga Tangga Menuju Kedekatan dengan Allah”. Ia menyampaikan bahwa ketiga nilai tersebut merupakan dasar penting dalam membangun keimanan dan ketakwaan seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelaskan tentang pentingnya niat dalam beribadah, H. Abdullah Hakim menegaskan bahwa keikhlasan menjadi pondasi utama setiap amal. Ia menilai bahwa kualitas ibadah sangat ditentukan oleh ketulusan hati seseorang.
“Ikhlas adalah dasar dari setiap amal. Tanpa keikhlasan, ibadah yang kita lakukan bisa kehilangan nilainya di sisi Allah,” ujar H. Abdullah Hakim.
Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk menjadikan kesabaran sebagai sikap dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Menurutnya, sikap sabar akan menguatkan seorang muslim dalam menghadapi ujian dan cobaan.
“Sabar bukan berarti pasrah, tetapi tetap berusaha sambil meyakini bahwa pertolongan Allah itu dekat bagi orang-orang yang bersabar,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah agar senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan. Ia menyampaikan bahwa rasa syukur akan membawa ketenteraman dan keberkahan dalam hidup.
“Syukur adalah cara kita mengakui nikmat Allah. Dengan bersyukur, Allah akan menambah keberkahan dalam hidup kita,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, H. Abdullah Hakim merangkum ketiga nilai tersebut sebagai jalan menuju ketenangan batin dan kedekatan dengan Allah SWT. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika ikhlas menjadi niat, sabar menjadi kekuatan, dan syukur menjadi sikap hidup, insyaAllah seorang hamba akan semakin dekat dengan Allah dan hidupnya dipenuhi ketenangan,” ungkapnya.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara penyuluh agama dan jamaah majelis taklim, sekaligus memperkuat peran penyuluh dalam pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan nilai-nilai ikhlas, sabar, dan syukur dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh jamaah MT Al Hidayah.

