Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, S.H.I., kembali melaksanakan tugas pembinaan keagamaan melalui kegiatan perwiridan kaum bapak yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan yang digelar di Perwiridan Nurul Hidayah, Kelurahan Sei Agul, ini mengangkat tema “Sabar dan Ikhlas dalam Menghadapi Ujian Allah SWT.”
Dalam penyampaiannya, H. Abdullah Hakim menegaskan bahwa setiap manusia pasti akan diuji oleh Allah SWT melalui kesulitan, kehilangan, maupun hal-hal yang menuntut kesabaran. Beliau mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 155 yang memberi penegasan bahwa Allah menjanjikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. “Setiap ujian adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, bahkan menjadi pintu untuk meraih kedudukan yang lebih mulia,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa sabar memiliki tiga dimensi utama: sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar dalam menerima ketentuan Allah SWT, termasuk musibah yang berat. Dalam kesempatan itu, beliau turut menyampaikan empati kepada jamaah yang tidak dapat hadir karena rumahnya terdampak banjir. “Kesabaran dalam menerima takdir, seperti musibah banjir yang melanda sebagian saudara kita, adalah salah satu bentuk kesabaran paling besar pahalanya,” ungkapnya.
Selain sabar, H. Abdullah Hakim juga menekankan pentingnya ikhlas sebagai pondasi setiap amal. “Tanpa ikhlas, amal sehebat apa pun akan kehilangan nilainya di sisi Allah. Ikhlas menjadikan setiap usaha, doa, dan kesabaran bernilai dan berbuah pahala,” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa ujian hidup sering kali menjadi sarana Allah untuk meninggikan derajat seorang hamba. “Semakin besar ujian, semakin besar pula peluang seseorang untuk meraih pahala dan kedudukan mulia,” katanya. Karena itu, beliau mengajak jamaah untuk selalu husnuzan (bersangka baik) kepada Allah, memperbanyak istighfar, dan menjaga kekuatan ukhuwah dengan saling membantu di antara sesama jamaah.
Kegiatan perwiridan diakhiri dengan doa bersama agar Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan, serta kemudahan bagi seluruh jamaah dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah perwiridan semakin memahami pentingnya sabar dan ikhlas sebagai bekal menjalani kehidupan, serta mampu meningkatkan keteguhan iman dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari.

