PAI Medan Baru Dorong Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an melalui Pelatihan Kaligrafi

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi Al-Qur’an sekaligus pelestarian seni budaya Islam di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan dan Pelatihan Kaligrafi Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Aula Kantor Camat Medan Kota.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Medan bersama Kecamatan Medan Kota dan LPTQ Kecamatan Medan Kota. Pelatihan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan yang memiliki minat dan bakat dalam seni tulis Al-Qur’an (khat).

Dalam pelatihan tersebut, Penyuluh Agama Islam Medan Baru memberikan bimbingan teknis sekaligus motivasi kepada para peserta agar mampu memahami dasar-dasar penulisan huruf hijaiyah secara baik dan benar. Ia menekankan bahwa kemampuan menulis huruf Arab merupakan bagian penting dari literasi Al-Qur’an.

“Pelatihan kaligrafi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, khususnya agar masyarakat mampu membaca dan menulis huruf Arab dengan benar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seni kaligrafi tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat dengan nilai religius dan edukatif. Menurutnya, pendekatan seni dapat menjadi media pembelajaran Al-Qur’an yang efektif dan menyenangkan.

“Melalui kaligrafi, peserta tidak hanya belajar teknik menulis, tetapi juga menumbuhkan kesabaran, ketekunan, serta kecintaan yang lebih mendalam terhadap Al-Qur’an,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Islam di tengah masyarakat. Selain pembelajaran teknik kaligrafi, para peserta juga dibekali pemahaman tentang nilai-nilai Al-Qur’an yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan minat bakat, sekaligus menjadi sarana dakwah kultural yang efektif dalam membentuk generasi Qur’ani di Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *