PAI Medan Baru Ikuti Diskusi Bulanan FKUB Medan, Fokus Terus Jaga Kerukunan Umat Sebagai Jantung Kehidupan Kota Medan

Medan (Humas) – Diskusi bulanan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan yang diadakan hari Jumat, 05 Desember 2025 yang diisi dengan pembahasan mendalam tentang pentingnya kebersamaan antar umat beragama di tengah dinamika masyarakat modern ini dihadiri oleh berbagai tokoh berpengaruh, baik dari dalam lembaga FKUB maupun penggiat kerukunan yang telah lama berkiprah.

Dalam pertemuan yang diadakan di ruang rapat FKUB Kota Medan, dua narasumber berkelayakan tinggi dipersilakan untuk membagikan pandangan dan wawasan. Pertama adalah Purjatian Azhar, seorang penggiat kerukunan umat beragama dari Kelompok Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang telah memiliki pengalaman luas dalam menggerakkan kegiatan kemitraan antaragama di tingkat masyarakat. Kedua adalah dosen Sosiologi Agama dari Fakultas Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan, yang memberikan perspektif akademis tentang bagaimana kerukunan umat dapat dibina dan dipertahankan melalui pendekatan yang berbasis pengetahuan dan analisis sosial.

Hadirnya tokoh-tokoh utama FKUB Kota Medan semakin memperkuat makna dari pertemuan ini. Di antaranya adalah Ketua FKUB Medan Muhammad Yasir Tanjung, yang dalam sambutannya menekankan bahwa FKUB sebagai lembaga penengah harus terus menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas dan kebahagiaan masyarakat Medan. Bersama-sama dengan Wakil Ketua Burhanuddin Manik, Sekretaris Damri Tambunan (juga Penyuluh Agama Islam Medan Baru), dan Bendahara Azhari Akmal Tarigan, mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap diskusi yang diadakan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan di lapangan.

Tidak ketinggalan, perwakilan dari berbagai agama yang ada di Medan juga turut hadir untuk mewakili aspirasi dan harapan masing-masing komunitas. Kristen diwakili oleh Obet Ginting, yang menyampaikan harapan agar antarumat beragama dapat lebih sering berinteraksi melalui kegiatan sosial yang positif. Sementara itu, katolik diwakili oleh Romo Gunawan yang menekankan pentingnya rasa kasih dan pengertian sebagai landasan kerukunan. Untuk agama Konghucu, kehadiran JS Alwin menjadi representasi yang kuat, yang mengingatkan akan nilai-nilai hormat dan saling menghargai yang telah menjadi bagian dari ajaran agama tersebut. Selain itu, juga hadir pengurus dan anggota FKUB lainnya seperti Bonggal Ritonga dan Mahyuni.

Pembahasan utama dalam pertemuan ini terpusat pada tema “Menjadikan Medan Sebagai Kota yang Toleran, Rukun, dan Damai”. Para peserta sepakat bahwa Medan, sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara yang memiliki keragaman budaya dan agama yang kaya, memiliki potensi besar untuk menjadi contoh kota yang harmonis di Indonesia. Mereka membahas berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, seperti kesalahpahaman antarumat beragama yang terkadang muncul akibat informasi yang tidak akurat, serta bagaimana cara mengatasi hal tersebut melalui komunikasi yang terbuka dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *