Medan (Humas) – Dalam rangka mengisi kegiatan keagamaan pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al-Mustaqim menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan kegiatan haflah Al-Qur’an dan tausiah keagamaan, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kapten Muslim, Kota Medan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap Ramadan oleh BKM Masjid Al-Mustaqim sebagai bentuk syiar Islam serta upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Acara diawali dengan haflah Al-Qur’an yang dibawakan oleh tim haflah dari Wasiqoh (Wadah Silaturahim Qori Qoriah) Sumatera Utara yang menampilkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh para qori dan qoriah. Suasana religius dan khidmat terasa ketika jamaah yang hadir mengikuti rangkaian acara hingga menjelang tausiah.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, menyampaikan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) mengenai sejarah turunnya Al-Qur’an serta adab dalam memuliakan kitab suci umat Islam.
Dalam tausiahnya, Damri menjelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan oleh Allah SWT dari Lauhul Mahfudz secara sekaligus ke Baitul Izzah di langit dunia dengan lengkap, yaitu sebanyak 30 juz, 114 surah, dan 6.236 ayat.
“Selanjutnya Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa turunnya wahyu pertama terjadi pada malam 17 Ramadan ketika Rasulullah SAW sedang berkhalwat di Gua Hira yang berada di Jabal Nur,” jelas Damri.
Ia menambahkan, proses turunnya Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW berlangsung selama kurang lebih 22 tahun 2 bulan dan 22 hari hingga wahyu terakhir diturunkan.
Menurut Damri, salah satu kemukjizatan Al-Qur’an adalah keseragaman bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Arab, sehingga umat Islam di seluruh dunia memiliki kitab suci yang sama.
“Di manapun umat Islam berada, ketika rindu kepada Al-Qur’an cukup datang ke masjid. Insya Allah kita akan menemukan Al-Qur’an yang sama seperti yang ada di kampung halaman kita, karena Al-Qur’an diturunkan dalam satu bahasa, yaitu bahasa Arab,” ujarnya.
Selain menjelaskan sejarah turunnya Al-Qur’an, Damri juga mengingatkan jamaah tentang adab dalam memuliakan Al-Qur’an sebagaimana diajarkan oleh para ulama terdahulu. Di antaranya membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci dengan berwudhu, mengambil dan membuka mushaf dengan tangan kanan, serta memegangnya dengan penuh penghormatan.
“Ini adalah bagian dari adab memuliakan Al-Qur’an yang telah diajarkan oleh para ulama kita sejak dahulu,” tambahnya.
Melalui kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an ini, diharapkan jamaah semakin memahami sejarah turunnya Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kecintaan untuk membaca, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bulan suci Ramadan.

