PAI Medan Baru Sampaikan Bimluh Keagamaan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Baru melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) keagamaan dalam rangkaian kegiatan Ramadan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Sabtu malam (7/3/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Medan tersebut rutin digelar setiap malam selama bulan suci Ramadan. Pada kesempatan kali ini, tausiyah keagamaan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Medan Baru, Damri Tambunan.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta jamaah dari Kecamatan Medan Helvetia.

Dalam tausiyahnya, Damri menyampaikan bahwa salah satu penyakit hati yang harus dihindari oleh setiap manusia adalah sifat angkuh dan sombong. Menurutnya, ibadah puasa pada bulan Ramadan merupakan sarana untuk membersihkan hati serta mengendalikan berbagai penyakit batin.

“Ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk meredam penyakit hati, seperti kesombongan dan keangkuhan yang sering muncul dalam diri manusia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, setiap individu harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan serta menghindari sikap saling menyakiti yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Dalam kehidupan bermasyarakat kita harus menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan tidak saling menyakiti. Persatuan dan kebersamaan merupakan kunci terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Damri juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam rasa bangga atau sombong ketika mendapatkan pujian dari orang lain. Menurutnya, setiap pujian yang diterima hendaknya dikembalikan kepada Allah SWT sebagai bentuk kerendahan hati seorang hamba.

“Ketika kita dipuji oleh manusia, sesungguhnya itu bisa menjadi ujian bagi kita. Maka hendaknya pujian tersebut kita kembalikan kepada Allah SWT agar kita terhindar dari sifat sombong,” jelasnya.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh perhatian dari para jamaah yang hadir. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami nilai-nilai keislaman serta mampu mengamalkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *