Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Belawan melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di MT Amaliyah, Jalan Jawa, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Kegiatan Bimluh dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Taklim, Safariwati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapannya agar kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini tidak hanya menjadi sarana menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu membentuk sikap dan perilaku jamaah dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan Bimluh ini, kami berharap nilai-nilai keislaman yang disampaikan dapat benar-benar diamalkan, sehingga memberikan dampak positif bagi pribadi, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Lela Hamidah, S.Ag., dengan mengangkat tema kandungan Surat Luqman ayat 18. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa ayat tersebut menegaskan larangan keras bagi umat Islam untuk bersikap sombong dan angkuh, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri. Sebaliknya, umat Islam diperintahkan untuk senantiasa bersikap rendah hati, tawaduk, serta menjaga sopan santun dalam pergaulan sehari-hari sebagaimana nasihat Luqman Al-Hakim kepada putranya.
Lebih lanjut, Lela menekankan bahwa akhlak mulia merupakan cerminan dari kualitas keimanan seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keimanan yang baik akan tercermin melalui sikap rendah hati, sopan santun, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai ajaran Islam dalam bermasyarakat. “Sikap tawaduk dan rendah hati bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kedewasaan iman dan kekuatan akhlak yang harus terus dilatih dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias. Para jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan seksama serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan, sehingga diharapkan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter yang berakhlakul karimah.

