PAI Medan Helvetia Sampaikan Materi Muhasabah di MT Al-Hijrah

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Helvetia, H. Tamrin Butar-butar, S.Ag., S.Pd.I, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Al-Hijrah Blok 13 Perumnas Helvetia, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin pembinaan masyarakat melalui majelis taklim yang berada di bawah binaan KUA Medan Helvetia.

Dalam penyuluhannya, Tamrin Butar-butar membawakan materi Muhasabah, sebuah ajakan untuk melakukan introspeksi diri terhadap amal, perilaku, dan perjalanan hidup seorang Muslim. Melalui pendekatan yang lembut dan komunikatif, ia mengajak jamaah untuk menata hati, memperbaiki niat, dan mengevaluasi diri menjelang berakhirnya tahun 2025.

Dalam penyampaiannya, Tamrin menekankan bahwa muhasabah adalah amalan penting yang harus dilakukan secara rutin oleh setiap Muslim.

“Muhasabah adalah momen kita menilai diri sendiri, melihat sejauh mana amalan yang telah dilakukan, dan memperbaiki kekurangan. Dengan muhasabah, hati menjadi lebih tenang, jiwa lebih terarah, dan kita lebih siap menghadapi masa depan,” ujarnya di hadapan jamaah Majelis Taklim Al-Hijrah.

Ia juga menambahkan bahwa muhasabah bukan sekadar mengingat kesalahan, tetapi juga mensyukuri nikmat dan kesempatan yang Allah berikan.

“Setiap hari Allah memberi kita peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Muhasabah membantu kita menyadari nikmat itu dan memanfaatkannya untuk beramal saleh,” tambahnya.

Kegiatan penyuluhan berjalan dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Jamaah tampak antusias, bahkan beberapa mengajukan pertanyaan terkait cara menjaga konsistensi diri dalam memperbanyak amalan ibadah.

Majelis Taklim Al-Hijrah menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh agama yang secara rutin memberikan bimbingan dan penguatan spiritual bagi masyarakat Perumnas Helvetia. Kehadiran penyuluh dinilai mampu menghadirkan suasana majelis ilmu yang hangat dan bermanfaat.

Kegiatan muhasabah edisi Jumat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan, mendorong perbaikan diri, dan memperkuat hubungan sosial keagamaan di lingkungan masyarakat Helvetia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *