PAI Medan Petisah Edukasi Dampak Gadget di MT Nurul An Nisa

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M.Sos berkolaborasi dengan Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia, Prof. Dr. dr. Ridha Darmajaya, Sp. BS, dalam kegiatan penyuluhan kepada ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Nurul An Nisa, Jumat, 21 November 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai bahaya penggunaan gadget secara berlebihan pada tumbuh kembang anak.

Dalam paparannya, Prof. Ridha Darmajaya menjelaskan berbagai dampak negatif gadget bagi anak, mulai dari gangguan perkembangan motorik dan sensorik, penurunan fokus, risiko kecanduan, hingga dampak serius pada kesehatan mata dan postur tubuh. Ia menegaskan pentingnya regulasi penggunaan gadget serta pendampingan langsung oleh orang tua.

“Kita tidak menolak teknologi, namun penggunaannya harus terukur. Anak-anak memerlukan interaksi nyata, gerak tubuh, dan kontak emosional, bukan hanya layar. Orang tua harus hadir sebagai pengawas sekaligus contoh dalam penggunaan gadget yang sehat,” tegas Prof. Ridha.

PAI Kecamatan Medan Petisah turut memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam pengasuhan anak di era digital. “Pendampingan spiritual dan pembiasaan perilaku baik harus berjalan seiring dengan pengawasan teknologi. Orang tua perlu menjadi teladan dalam penggunaan gadget yang bijak,” disampaikan Nurlely dalam sesi edukasi tersebut.

Ibu-ibu MT Nurul An Nisa menyambut kegiatan ini dengan antusias, karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan pengasuhan masa kini. Para peserta juga mendapatkan tips praktis mengenai pembatasan screen time, pengenalan aktivitas alternatif, serta cara membangun komunikasi yang hangat dengan anak tanpa bergantung pada gadget.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, PAI Kecamatan Medan Petisah dan Gerakan Gadget Sehat Indonesia berharap terciptanya pola asuh yang lebih sehat dan seimbang, sehingga anak-anak dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga memiliki mental, fisik, dan akhlak yang baik.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk melanjutkan edukasi serupa bagi kelompok masyarakat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *