Medan (Humas) Pada malam keenam salat tarawih di Masjid Al-Ikhlas, JL. Setia Baru Medan, Paidi, S.Ag, Penyuluh agama Islam KUA Medan Sunggal, menyampaikan ceramah mengenai tafsir surah Al-Baqarah ayat 183, Senin (23/2/2026), yang berkaitan dengan hikmah puasa dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai Petugas Bilal Terawih: Zulkarnain, Moderator : Muhammad Ali, Hadir Ketua BKM Al- ikhlas, Marwan serta Toko Masyarakat, Sahril.
Ayat ini berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” Dalam ceramahnya, Paidi menekankan bahwa perintah puasa hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman, bukan kepada seluruh umat manusia, yang menunjukkan bahwa puasa adalah bentuk ibadah yang khusus untuk orang yang sudah mengakui keimanan mereka kepada Allah.
“Puasa adalah proses panjang dalam membentuk pribadi yang bertaqwa. Tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menahan setiap dorongan hawa nafsu, yang pada gilirannya menjadikan kita pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.” ujar Paidi
Tujuan utama dari puasa, sebagaimana dijelaskan oleh Paidi, adalah untuk membentuk pribadi yang bertakwa.
Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih dalam lagi, puasa adalah latihan untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kedekatan dengan Allah. Dengan berpuasa, seorang Muslim diharapkan dapat merasakan bagaimana rasanya orang yang kurang beruntung, yang sering merasakan kelaparan, dan ini membangkitkan rasa empati dan kasih sayang kepada sesama.
Dalam kehidupan sehari-hari, hikmah puasa dapat dilihat dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah peningkatan akhlak. Paidi menjelaskan bahwa puasa seharusnya menjadi alat untuk memperbaiki diri. Seorang yang berpuasa diharapkan dapat menjaga perkataan dan perbuatannya, lebih sabar, dan tidak mudah marah. Hal ini sejalan dengan tujuan utama puasa untuk menciptakan manusia yang lebih baik, lebih bijaksana, dan lebih mampu mengontrol dirinya.
Lebih jauh, puasa juga berperan dalam meningkatkan budi pekerti dan pengertian terhadap orang lain. Dengan menjalankan ibadah puasa, seseorang belajar untuk menjadi lebih sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup. Paidi menekankan bahwa puasa mengajarkan kita untuk tidak hanya memperbaiki hubungan kita dengan Allah, tetapi juga memperbaiki hubungan kita dengan sesama, melalui tindakan-tindakan yang lebih baik, seperti berbagi kepada yang membutuhkan dan mempererat tali persaudaraan.
Puasa adalah ibadah yang sangat mulia, bukan hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga untuk mendidik jiwa agar lebih dekat dengan Allah, meningkatkan akhlak, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Hikmah puasa sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, karena puasa mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama. Dengan memahami makna dan hikmah puasa, diharapkan setiap Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan memperoleh manfaat yang lebih dalam dari puasa itu sendiri.(Paidi).

