Medan (Humas) — Kolaborasi pelayanan kerohanian antara Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan dan RS Mitra Sejati terus menunjukkan perkembangan positif. Menurut Penyuluh Agama Kristen, Dameriana Siahaan, peningkatan ini sejalan dengan pembaruan Nota Kesepakatan (MoU) yang dilakukan setiap akhir Oktober. Tahun ini, beberapa poin kerja sama diperluas untuk memperkuat pendampingan rohani bagi pasien rawat inap.
Salah satu poin peningkatan yang signifikan adalah penambahan jadwal pelayanan konseling klinis. Jika sebelumnya kegiatan hanya dilaksanakan dua kali seminggu pada Selasa dan Rabu, kini pelayanan berlangsung tiga kali seminggu dengan penambahan hari Jumat. “Penambahan jadwal pelayanan konseling ini kami lakukan agar pasien rawat inap dapat merasakan pendampingan rohani yang lebih luas, menyeluruh, dan tepat waktu,” ujar Penyuluh Agama Kristen, Dameriana Siahaan.
Pada Jumat, 28 November 2025, pelayanan rohani kembali dilaksanakan di lantai 3 RS Mitra Sejati. Dameriana memberikan pendampingan kepada sejumlah pasien yang tengah bersiap menjalani operasi. Salah satunya adalah Bapak K. Malau, didampingi istrinya br. Simbolon, warga Samosir yang harus menjalani operasi akibat kecelakaan. Ia diberi penguatan melalui doa, pembacaan Firman Tuhan dari Roma 8:28, dan dialog singkat. Keluarga pasien pun menyampaikan rasa terima kasih atas pelayanan yang diberikan.
“Sebagai penyuluh, kami adalah ujung tombak Kemenag yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberi penguatan iman dan ketenangan batin, khususnya bagi mereka yang sedang menghadapi situasi sulit,” tambahnya.

Tidak hanya di rumah sakit, pada sore hari yang sama pelayanan dilanjutkan ke Panti Asuhan Rahpia di wilayah Medan Johor yang terdampak banjir karena berada di daerah aliran sungai. Meskipun air sempat naik, tidak ada korban jiwa. Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan doa bersama agar kondisi segera pulih serta mendoakan wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan yang terdampak banjir besar.
“Kami berharap pelayanan seperti ini dapat terus menjadi sumber penguatan, sehingga setiap pasien maupun keluarga yang kami temui merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi ujian,” ungkap Dameriana.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Kemenag Kota Medan berharap layanan kerohanian dapat semakin menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi bagian dari upaya pemulihan fisik maupun spiritual di tengah berbagai situasi.

