Medan (Humas) Podcast OPKM (Obrolan Penyuluh Katolik Medan) dilaksanakan pada Selasa, 02 Desember 2025 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Jl. Gatot Subroto No.261, Lalang, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, pada pukul 09.00 WIB hingga selesai. Hadir sebagai narasumber utama Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si., yang didampingi oleh Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., Penyuluh Agama Katolik Medan. Acara dipandu oleh Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., juga Penyuluh Agama Katolik Medan. Tema yang diangkat ialah Masa Adven dalam Gereja Katolik.
Sejak awal diskusi, host Hekdi Sinaga menegaskan bahwa kehadiran Pembimas Katolik Sumatera Utara menjadi hal penting dalam memberikan pemahaman resmi dan mendalam mengenai tradisi liturgi Gereja Katolik. “Merupakan kehormatan bagi kami karena Bapak Pembimas hadir langsung untuk berbagi pengetahuan kepada umat,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Marihuttua Pasaribu menjelaskan bahwa Gereja Katolik memiliki lingkaran tahun liturgi yang dimulai dengan Masa Adven. “Lingkaran tahun liturgi ini bukan sekadar penanggalan gerejawi, melainkan perjalanan iman yang menuntun umat bertumbuh dalam kebajikan,” tegasnya.
Dalam penjelasannya tentang sejarah Adven, Marihuttua kembali memberikan penekanan teologis dan historis. Ia menyampaikan bahwa tradisi Adven telah berkembang sejak abad ke-4 dan ke-5 sebelum akhirnya menjadi struktur empat pekan yang dikenal sekarang. “Perjalanan sejarah ini menunjukkan kesungguhan Gereja mempersiapkan umat menyambut Kristus dengan hati yang diperbarui,” ungkapnya. Roni Sitanggang kemudian menambahkan bahwa struktur empat pekan Adven ditetapkan resmi pada abad ke-10 hingga ke-11.
Pembimas Katolik Sumatera Utara juga memberi penjelasan mendalam mengenai fokus spiritual pada masa Adven. Ia menekankan bahwa inti dari masa ini adalah pertobatan dan kesiapsediaan umat. “Adven mengajak kita kembali pada inti iman: bertobat, berjaga, dan menaruh harapan penuh kepada Tuhan,” tutur Marihuttua. Ia menegaskan bahwa Adven bukan sekadar tradisi budaya melainkan panggilan untuk memperbarui hidup. Pernyataan tersebut diperkaya oleh pemaparan Roni tentang makna liturgis dua pekan Adven pertama hingga pekan sukacita (Gaudete).
Selain itu, Marihuttua juga menyoroti pentingnya simbol liturgi seperti korona dan lilin-lilin Adven yang memuat makna teologis mendalam. Ia menjelaskan, “Setiap lilin yang dinyalakan adalah pengingat bahwa terang Kristus semakin mendekat dan harapan umat semakin bertumbuh,” jelasnya. Sementara Roni memberikan panduan praktis mengenai doa intensif, rekonsiliasi, tindakan kasih, serta partisipasi liturgi yang sebaiknya dilakukan umat sepanjang Masa Adven.
Menutup podcast, Pembimas Katolik Sumatera Utara memberikan pesan khusus kepada seluruh umat di Sumatera Utara. “Mari kita jalani Masa Adven ini dengan kesungguhan hati, memperkuat iman, dan memperbanyak karya kasih sebagai wujud nyata menyambut kedatangan Kristus,” pesannya penuh harapan. Host Hekdi Sinaga kemudian menutup dengan mengajak seluruh umat untuk terus menghidupi nilai moderasi beragama dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga perbincangan ini memperkaya wawasan kita dan menuntun umat Katolik menyambut Natal dengan hati yang siap,” tutupnya.

