Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Khairul Anwar Saragi, S.HI, melaksanakan penyuluhan keagamaan di Perwiritan Al-Hidayah Blok IV Griya I Perumnas Martubung dengan tema “Pentingnya Pendidikan Anak”, pada Jumat, 23 Januari 2025, pukul 14.00 s.d. 15.00 WIB.
Dalam penyuluhannya, Khairul Anwar Saragi menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan amanah besar yang tidak hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan formal, tetapi menjadi tanggung jawab utama orang tua sejak dari lingkungan keluarga.
“Pendidikan anak bukan semata tugas sekolah. Orang tualah pendidik pertama dan utama yang bertanggung jawab membentuk karakter, akhlak, dan keimanan anak sejak dini,” ujarnya.
Penyuluh Agama yang juga merupakan Pengasuh Pesantren Tahfizh Zawiyatul Huffazh ini menjelaskan bahwa penanaman nilai-nilai keimanan, pembiasaan ibadah, serta pembentukan akhlak mulia harus dimulai sejak usia dini agar anak tumbuh menjadi generasi yang shaleh dan berkarakter.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam mendidik anak.
“Anak lebih banyak meniru apa yang ia lihat daripada apa yang ia dengar. Karena itu, keteladanan orang tua menjadi kunci utama dalam proses pendidikan anak,” tambahnya.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan penuh antusias. Para jamaah perwiritan, khususnya ibu-ibu, aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai persoalan terkait pendidikan anak di era digital turut disampaikan, mulai dari pengaruh gawai hingga pergaulan anak.
Menanggapi hal tersebut, Khairul Anwar memberikan arahan praktis kepada para orang tua agar lebih bijak dalam mendampingi anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang religius dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Sementara itu, pengurus Perwiritan Al-Hidayah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta bimbingan yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur atas penyuluhan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut untuk menambah pemahaman orang tua dalam mendidik anak-anak kami,” ungkap salah seorang pengurus perwiritan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin sadar akan peran strategisnya dalam mencetak generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

