Medan (Humas) — Sebanyak 20 anak dari usia kanak-kanak hingga remaja di Panti Asuhan Terang Fajar, Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, mengikuti kegiatan penelahaan dan pendalaman Alkitab yang rutin digelar setiap minggu oleh Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Dameriana Siahaan, M.Th., pada Kamis (20/11).
Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Peraturan dan Hukuman dalam Alkitab” berdasarkan kitab Keluaran 34:6–7. Dalam pemaparannya, Dameriana menyampaikan bahwa orang tua dan keluarga merupakan pihak pertama yang seharusnya menanamkan nilai-nilai kebenaran, aturan, dan perintah Allah kepada anak-anak, agar mereka memahami bahwa hidup dalam ketaatan merupakan bagian penting dari pertumbuhan iman.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan makna sifat Allah yang penuh kasih, pengampunan, dan kebaikan, namun tetap menegakkan keadilan bagi umat-Nya. Sebagai bentuk penegasan kepada anak-anak, ia menjelaskan secara sederhana bagaimana sifat kasih dan keadilan Allah selalu berjalan seimbang dalam kehidupan manusia. “Allah sangat pengasih, pengampun, dan baik. Juga sangat adil bagi orang yang pendosa,” ujar Dameriana.
Ia kemudian menjelaskan bahwa hukuman dari Allah bukan dimaksudkan untuk menjatuhkan atau menyakiti, melainkan untuk membentuk dan mengarahkan umat agar kembali pada jalan kebenaran. Ia menuturkan bahwa setiap teguran dari Allah selalu membawa maksud yang baik bagi pertumbuhan rohani manusia. “Tetapi hukuman dari Allah bersifat menegur, memperbaiki, dan mengubah untuk menjadi benar dengan cara-Nya sendiri,” tambahnya memberi penguatan.
Kegiatan pendalaman Alkitab ini turut disiarkan langsung melalui akun TikTok panti, dan mendapat respons positif dari para penonton. Beberapa pengguna turut mengirimkan hadiah virtual yang dapat diuangkan, dan terkumpul sekitar Rp800.000, sehingga menambah sukacita bagi seluruh keluarga besar panti asuhan.
Selain penelaahan Alkitab, kegiatan ini juga dibarengi dengan kebaktian yang dipimpin oleh tim Penyuluh Agama Kristen lainnya, membuat suasana rohani sore itu semakin hidup dan menyemangati anak-anak.
Para penyuluh juga melakukan evaluasi wawasan keagamaan dengan memberikan pertanyaan seputar Alkitab dan kekristenan untuk mengukur perkembangan pemahaman para peserta. Pada kesempatan tersebut, tim turut memanjatkan doa khusus bagi seorang anak yang mengalami kebutaan pada mata kanan akibat benda asing yang tidak segera ditangani medis ketika peristiwa itu terjadi di kampung halamannya, Nias, beberapa tahun silam.
Kegiatan rutin ini diharapkan terus memperkuat pembinaan iman, menumbuhkan karakter rohani, serta memberikan pendampingan spiritual yang berkelanjutan bagi anak-anak di Panti Asuhan Terang Fajar.

