Pengawas Madrasah Kemenag Medan Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang (Humas) — Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Medan, Naila Amna, melaksanakan kunjungan kemanusiaan sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025).

Banjir bandang tersebut berdampak parah pada sejumlah desa di beberapa kecamatan. Desa-desa yang mengalami kerusakan cukup serius antara lain Desa Bundar di Kecamatan Karang Baru; Desa Babo, Desa Pantai Cempa, dan Desa Alur Jambu di Kecamatan Bandar Pusaka; Desa Lubuk Sidup dan Desa Dalam di wilayah Aceh Tamiang; serta Desa Lintang Atas dan Desa Lintang Bawah di Kecamatan Sekerak.

Selain itu, kecamatan yang tercatat mengalami dampak paling parah meliputi Kecamatan Bandar Pusaka, Kecamatan Sekerak, Kecamatan Rantau, Kecamatan Kejuruan Muda, dan Kecamatan Tenggulun.

Dalam kunjungannya, Naila Amna meninjau langsung kondisi permukiman warga yang terdampak banjir bandang. Ia melihat banyak rumah warga mengalami kerusakan berat, dipenuhi lumpur tebal, serta kehilangan perabotan dan perlengkapan rumah tangga. Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada lahan perkebunan kelapa sawit yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

“Kami melihat langsung dampak banjir bandang ini sangat luas dan parah. Banyak rumah warga tertimbun lumpur, bahkan di beberapa lokasi terdapat kerusakan berat yang membutuhkan penanganan segera,” ujar Naila.

Pada kesempatan tersebut, Naila Amna menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar Kementerian Agama Kota Medan. Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan langsung kondisi dan kebutuhan mendesak pascabanjir.

Menurutnya, banjir bandang tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga melumpuhkan aktivitas sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak untuk mempercepat proses pemulihan.

“Kami berharap perhatian dan bantuan dari berbagai pihak terus mengalir, baik dari pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas, agar proses pemulihan di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semula,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat serta mendorong semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan bagi para korban bencana alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *