Medan (Humas) — Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Madrasah Aliyah (MGBK MA) Nasional menyalurkan bantuan donasi kemanusiaan kepada madrasah serta peserta didik yang terdampak banjir di wilayah Kota Medan, Langkat, Tanjung Pura, Binjai, dan Besitang, Sumatera Utara. Sabtu (6/12/2025). Bantuan ini menjadi bukti nyata solidaritas para Guru BK Madrasah Aliyah se-Indonesia dalam mendukung pemulihan kondisi pendidikan dan psikososial warga madrasah di daerah terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah titik banjir dan diterima langsung oleh Kepala MAN 2 Langkat, Lenna R. Pohan, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai perwakilan madrasah terdampak sekaligus koordinator distribusi. Proses penyaluran turut melibatkan para Guru BK MAN 2 Langkat, yaitu Suaif Rizal, S.Pd.I., M.Pd., Alfi Syahra, S.Pd., Nur Azmi, S.Pd.I., dan Zulkifli Anshari, S.Pd., yang mewakili jajaran guru BK di lapangan.

Mengingat sebagian wilayah masih tergenang dan beberapa madrasah bahkan difungsikan sebagai posko pengungsian bagi warga, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sembari terus berkoordinasi dengan madrasah setempat, guru BK, dan para relawan. Bantuan yang disalurkan meliputi dukungan dana serta kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh warga madrasah yang bertahan di posko pengungsian.
Pernyataan resmi terkait aksi kemanusiaan ini disampaikan oleh Naila Amna, Pengawas Madrasah Kota Medan sekaligus Pasprov BK Sumatera Utara, yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan mewakili Ketua MGBK MA Nasional. Ia menegaskan bahwa semangat kepedulian dan kebersamaan para Guru BK dari seluruh Indonesia menjadi kekuatan utama dalam gerakan ini.
“Bantuan ini adalah bukti solidaritas dan kepedulian Guru BK seluruh Indonesia kepada saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga madrasah yang berada di posko pengungsian dan menjadi penguat kebersamaan di masa darurat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Langkat, Lenna R. Pohan, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan empati dari MGBK MA Nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas empati dan bantuan nyata dari MGBK MA Nasional. Semoga menjadi keberkahan dan ladang amal jariyah bagi seluruh donatur. Kondisi di lapangan masih berat—banyak madrasah yang terendam dan menjadi posko pengungsian. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Aksi kemanusiaan ini menunjukkan bahwa kepedulian Guru BK Madrasah Aliyah se-Indonesia tidak hanya sebatas pada pendampingan psikologis, tetapi juga hadir dalam bentuk dukungan konkret bagi warga madrasah yang dilanda bencana. Selain wilayah Sumatera Utara, MGBK MA Nasional kini juga menyiapkan rencana penyaluran bantuan berikutnya untuk daerah terdampak di Aceh dan Sumatera Barat, sesuai pembaruan data dari lapangan.
Melalui aksi ini, diharapkan pemulihan madrasah terdampak dapat berlangsung lebih cepat, serta memberikan dukungan moral bagi para siswa, guru, dan warga yang hingga kini masih berada di posko pengungsian.

