Medan (Humas) – Pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) SD se-Kecamatan Medan Selayang kembali digelar pada Sabtu (8/11), di SD Muhammadiyah 03 Medan Selayang. Pertemuan rutin yang dilaksanakan dua bulan sekali ini mengangkat tema “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Deep Learning Berbasis Cinta”, sebagai upaya meningkatkan kualitas perangkat pembelajaran guru PAI agar lebih kreatif, humanis, dan berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik.
Pengawas Pendidikan Agama Islam, Sri Kencana, S.Ag, MA menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran PAI saat ini. Menurutnya, guru PAI harus mampu menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga mampu membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai akhlak pada peserta didik.
“KKG seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah dasar. Melalui tema deep learning berbasis cinta, saya berharap para guru mampu menghadirkan proses belajar yang lebih mendalam, humanis, dan menyentuh nilai-nilai akhlak bagi peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan Drs. H. Luthfi Maulana Nasution, M.Pd., Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan, sebagai pemateri. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan deep learning berbasis cinta sebagai strategi pembelajaran yang menekankan kedalaman pemahaman siswa sekaligus menyentuh aspek afektif.
“Pendekatan deep learning berbasis cinta ini menekankan bagaimana guru dapat menghadirkan suasana belajar yang hangat, memanusiakan murid, namun tetap mendorong mereka berpikir kritis dan memahami nilai-nilai PAI secara menyeluruh,” jelas Luthfi.

Ia juga mendorong guru untuk berinovasi dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa masa kini. Menurutnya, guru harus peka terhadap perubahan perilaku belajar generasi sekarang dan mampu memilih strategi yang bukan hanya menarik, tetapi juga efektif dalam menumbuhkan pemahaman mendalam.
Para peserta mengikuti sesi praktik penyusunan perangkat pembelajaran mulai dari perumusan tujuan, desain aktivitas berbasis pemahaman mendalam, hingga evaluasi yang menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi. Antusiasme guru terlihat dari berbagai diskusi dan pertanyaan yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Sri menambahkan bahwa KKG ini juga menjadi wadah penting bagi guru untuk berbagi pengalaman dan strategi. Melalui berbagai diskusi dan aktivitas selama kegiatan, para guru tidak hanya mendapatkan materi dari narasumber, tetapi juga belajar dari pengalaman rekan sejawat mereka. “Selain belajar dari pemateri, guru-guru dapat saling bertukar ide dan praktik terbaik dalam menyusun perangkat pembelajaran, sehingga efek positifnya dapat dirasakan di seluruh sekolah dasar se-Kecamatan Medan Selayang,” ungkapnya.
Melalui arahan pengawas dan materi dari narasumber, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan perangkat pembelajaran PAI yang lebih inovatif, adaptif, dan bermakna, sehingga secara langsung meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam bagi peserta didik.

