Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan pelayanan rohani bagi para pasien yang dirawat di Rumah Sakit Mitra Sejati, Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Pangkalan Masyhur, Medan Johor, Selasa (02/12/2025). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus dukungan moral bagi pasien yang sedang menjalani masa pemulihan, dengan tujuan menghadirkan ketenangan batin dan penguatan iman melalui doa serta pendampingan rohani.
Pelayanan dipimpin oleh Friendsa Hasugian dan didampingi para penyuluh lainnya, yaitu Sevri N. Purba, Ferdinan Nainggolan, Bung Andyra Parhusip, Mahla Tarigan, dan Demak Hasibuan. Kehadiran tim disambut hangat oleh pihak rumah sakit serta keluarga pasien, karena pelayanan ini dinilai membawa suasana teduh dan memberikan semangat baru bagi mereka yang tengah berjuang melawan sakit. Selain memanjatkan doa, para penyuluh juga berdialog langsung dengan pasien untuk memberikan dorongan, memastikan mereka tetap kuat, serta merasa ditemani dalam proses pemulihan.
Dalam kunjungannya, Friendsa Hasugian menyampaikan kalimat penguatan iman yang menyentuh hati. “Tetaplah kuat karena Tuhan tidak pernah meninggalkanmu dalam setiap rasa sakit yang kau alami. Sebab Dia hadir memberi kekuatan yang baru, dan tetaplah berdoa karena doa menjadi kekuatan yang mengalir dari Tuhan untuk kesembuhan,” ucapnya sembari memimpin doa untuk salah satu pasien. Ungkapan tersebut menghadirkan ketenangan dan menumbuhkan kembali harapan bagi pasien dan keluarganya.
Kegiatan pelayanan rohani ini tidak hanya berfokus pada doa, tetapi juga pada pendampingan emosional. Para penyuluh mendengarkan keluhan, cerita, serta pergumulan batin pasien sebagai bentuk empati sekaligus upaya mengurangi kecemasan. Pelayanan tersebut menjadi gambaran nyata sinergi antara aspek spiritual dan kesehatan fisik dalam mendukung proses penyembuhan secara menyeluruh.
Kementerian Agama Kota Medan melalui para Penyuluh Agama Kristen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendampingan rohani di berbagai rumah sakit. Mereka meyakini bahwa kekuatan spiritual dapat menjadi energi positif bagi pasien, menguatkan keluarga, serta memberikan dukungan moral bagi tenaga kesehatan. Dengan kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pasien yang memperoleh keteduhan, semangat baru, serta pengharapan dalam Kristus untuk menjalani proses menuju kesembuhan.

