Penghulu Medan Baru Ajarkan Implementasi dan Manfaat Ekoteologi kepada Pramuka Penggalang

Medan (Humas) — Semangat kepedulian terhadap lingkungan berpadu dengan nilai-nilai keimanan mewarnai pelaksanaan Pesta Galang II Se-Kota Medan Tahun 2026 yang digelar di Pesantren Al Kausar Al Akbar Medan. Dalam kegiatan tersebut, Penghulu Kecamatan Medan Baru, Muhammad Khoir Simamora, S.H., M.H. memberikan pembelajaran langsung mengenai implementasi dan manfaat ekoteologi kepada para Pramuka Penggalang tingkat MI/SD. (8/2/2026)

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai gugus depan di Kota Medan ini berlangsung meriah, edukatif, dan sarat nilai pembinaan karakter. Turut hadir memberikan dukungan dan semangat, Wakil Ketua Kwartir Daerah (Waka Kwarda) Sumatera Utara Disti Nuaridho, Kepala Seksi Pakis Ahmad Faisal Nasution, serta jajaran Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) 05.371–05.372 Pondok Pesantren Al Kausar Al Akbar.

Dalam arahannya, Muhammad Khoir Simamora menegaskan bahwa ekoteologi merupakan pemahaman keagamaan yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini dengan pendekatan spiritual agar tumbuh kesadaran bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah.

Implementasi nilai ekoteologi diwujudkan secara nyata melalui salah satu cabang perlombaan, yakni lomba foto regu terbaik bertema “Implementasi Ekoteologi”. Para peserta diajak melakukan aksi penanaman pohon di lingkungan Sekolah masing-masing sebagai simbol kepedulian terhadap keberlanjutan alam sekaligus media pembelajaran kontekstual bagi anggota Pramuka. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas dan kerja sama regu, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka menanam, merawat, serta mendokumentasikan kegiatan dengan penuh semangat kebersamaan. Nilai-nilai gotong royong, disiplin, kepemimpinan, dan cinta alam tampak tumbuh seiring berlangsungnya kegiatan.

“Melalui gerakan sederhana seperti menanam pohon, kita sedang menanam harapan bagi masa depan bumi sekaligus menanamkan keimanan dalam hati generasi muda. Inilah makna nyata dari ekoteologi,” ujar Muhammad Khoir Simamora.

Pesta Galang II Se-Kota Medan Tahun 2026 diharapkan menjadi model pembinaan Pramuka berbasis nilai spiritual dan kepedulian lingkungan, serta menginspirasi sekolah, madrasah, dan pesantren untuk mengintegrasikan pendidikan karakter, keagamaan, dan pelestarian alam dalam setiap kegiatan pembinaan generasi muda.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir Pramuka Penggalang yang berakhlak mulia, cinta lingkungan, berjiwa kepemimpinan, serta siap menjadi penjaga bumi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *