Medan (Humas). Pengurus Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Madrasah Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja ke MIN 9 Medan pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus berdiskusi tentang penguatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan madrasah.
Kedatangan pengurus MGBK Provinsi disambut langsung oleh Kepala MIN 9 Medan, Satri, S.PdI, MA, bersama para guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, diisi dengan dialog seputar pentingnya peran guru BK dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik secara utuh, baik dalam aspek akademik, karakter, maupun kesejahteraan psikologis.
Dalam kesempatan tersebut, MGBK Provinsi juga memperkenalkan dan mendiskusikan Buku BK Madrasah yang baru saja diterbitkan. Buku ini dirancang sebagai pedoman praktis bagi para guru BK dalam memberikan layanan konseling yang terarah, efektif, dan sesuai kebutuhan perkembangan peserta didik madrasah.
Kepala MIN 9 Medan, Satri, S.PdI, MA, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan tersebut.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan Pengurus MGBK Madrasah Provinsi Sumatera Utara. Kehadiran MGBK membawa semangat baru bagi para guru BK dalam meningkatkan kualitas layanan konseling di madrasah. Buku BK Madrasah ini menjadi sumber inspirasi bagi kami untuk lebih optimal dalam mendampingi peserta didik secara utuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Satri mengungkapkan rasa bangga karena salah seorang guru MIN 9 Medan, Hajarudin Ahmad, S.Pd, telah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum MGBK Madrasah Provinsi Sumatera Utara.
“Ini merupakan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MIN 9 Medan. Kiprah Bapak Hajarudin Ahmad di tingkat provinsi merupakan wujud nyata kontribusi guru madrasah dalam pengembangan profesi dan peningkatan mutu pendidikan. Semoga amanah ini dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi lebih luas bagi dunia pendidikan,” tutur Satri.
Sementara itu, Ketua MGBK Madrasah Provinsi Sumatera Utara, Rif’an Al Muhar, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa kunjungan ke MIN 9 Medan merupakan bagian dari upaya MGBK dalam membangun komunikasi dan memperkuat jejaring antar-madrasah.
“Kami berkomitmen untuk memperjuangkan pengakuan peran strategis guru BK di madrasah. Buku BK Madrasah ini menjadi bukti kerja kolaboratif seluruh pengurus, yang diharapkan dapat menjadi acuan layanan konseling yang profesional, humanis, dan berbasis kebutuhan peserta didik,” ungkap Rif’an.
Dalam kesempatan yang sama, Hajarudin Ahmad, S.Pd, selaku Wakil Ketua Umum MGBK Madrasah Provinsi Sumatera Utara dan guru MIN 9 Medan, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Amanah ini menjadi dorongan bagi saya untuk terus memperkuat peran guru BK di madrasah. Kami ingin memastikan bahwa layanan BK tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan pengembangan diri siswa. Dengan dukungan berbagai pihak, kami yakin madrasah akan menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan emosional,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan MIN 9 Medan tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain peningkatan pelatihan kompetensi guru BK, pembentukan forum komunikasi antar-guru BK tingkat kota/kabupaten, serta tindak lanjut implementasi Buku BK Madrasah di setiap madrasah.

