Medan (Humas) Dalam rangka kunjungan kerja, Penyelenggara Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP., didampingi Penyuluh Agama Katolik Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., melaksanakan pembinaan di SD Santo Thomas 2 yang beralamat di Gg. Harapan No.6, Sei Sikambing C. II, Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (02/03/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Dr. Pinta Omastri Pandiangan bertindak sebagai pembina upacara penaikan bendera yang diikuti seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Pada amanatnya, Dr. Pinta mengangkat tema bullying (perundungan). Ia menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan menyakiti orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Ia juga berinteraksi langsung dengan para siswa dengan menanyakan bentuk-bentuk bullying yang mereka ketahui. Para peserta didik dengan antusias menjawab, antara lain mengejek, mengancam, mengucilkan, dan memfitnah.
Lebih lanjut, Dr. Pinta menegaskan bahwa tindakan bullying dapat berdampak serius bagi korban. “Akibat bullying, seseorang bisa menjadi penyendiri, merasa malu dan takut, bahkan dalam kondisi yang paling ekstrem dapat berujung pada tindakan bunuh diri. Karena itu, kita tidak boleh melakukan bullying. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang secitra dengan Allah dan juga saudara yang wajib saling mencintai,” tegasnya.
Usai upacara, rombongan melanjutkan kunjungan kerja dengan berdiskusi di ruang kepala sekolah. Kepala SD Santo Thomas 2, Adriani Br Tarigan, SE., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dan pembinaan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan kerja ini. Pesan tentang bahaya bullying sangat relevan dalam membentuk karakter siswa yang saling menghargai, menghormati, dan mengasihi,” ujarnya.

